BANDUNG - Kebun Binatang Bandung (KBB) mendapat sorotan tajam setelah ada beruang madu koleksinya yang memakan kotorannya sendiri dan terlihat kurus. Bahkan sebelum itu, KBB juga sempat disorot karena ada gajah bernama Yani yang mati.
Humas Kebun Binatang Bandung Sudaryo mengatakan jumlah pengunjung sempat turun drastis akibat matinya gajah Yani. Bahkan penurunan mencapai 50 persen.
"Kurang lebih turun 50 persen dari Mei sampai Desember (2016)," kata Sudaryo, Kamis (19/1/2017).
Dijelaskannya, penurunan itu karena ada pernyataan dari dokter yang saat itu memeriksa Yani yang meminta agar dalam jarak tertentu harus steril dari pengunjung. Itu karena dikhawatirkan ada penyakit yang menular atau hal negatif lainnya.
"Pengaruhnya karena itu sehingga banyak masyarakat yang bertanya ke kita Kebun Binatang Bandung buka atau tidak. Itu kerugian kita," jelasnya.
Meski tidak pernah ditutup, KBB tetap mengalami penurunan pengunjung. Para pengunjung banyak yang khawatir terkena dampak negatif di lokasi setelah matinya gajah Yani.
Tapi belakangan jumlah pengunjung pelan-pelan kembali normal. Saat 1 Januari 2017, jumlah pengunjung lebih dari 20 ribu orang. Bahkan pada 2 Januari 2017, jumlah pengunjung mencapai 11 ribu orang yang terbilang cukup banyak dibanding sebelum-sebelumnya.
Sementara setelah ramai pemberitaan beruang madu bertubuh kurus dan memakan kotorannya sendiri, Sudaryo meyakini masyarakat sudah cerdas. Ia yakin hal itu tidak akan berdampak signifikan terhadap jumlah pengunjung meski kini KBB sedang disorot.
"Kalau sorotan masyarakat ya silakan saja. Saya justru ingin masyarakat bijak dan saya kira masyarakat juga sudah pintar melihat mana yang benar dan tidak," jelas Sudaryo.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.