"Dananya belum cukup, masih kurang. Itu dikumpul dari keluarga sama sumbangan dari Pemkab Pinrang Rp5 juta," ujarnya.
Nani dan kelaurga lainnya hanya bisa pasrah bila dana pemulangan sebesar Rp35 juta tak terkumpul. Mereka ikhlas pemakaman ibunya dilakukan di Sarawak, Malaysia. Hal itu pun memakan biaya sebesar Rp9 juta.
"Kita sebenarnya berharap ibu bisa dimakamkan di sini (Pinrang). Tapi kalau memang tidak bisa, mau bagaiamana lagi," ungkapnya.
Untuk diketahui, Hadariah (58), berangkat ke Sarawak, Malaysia pada 10 tahun lalu. Selama hidup sebagai TKW, ia berkerja di salah satu kedai kopi di Sarawak.
Pihak KJRI di Khucing, Malaysia pun kini tengah berupaya membantu proses pemulangan jenazah Hadariah. Namun, KJRI terlebih dulu akan mengupayakan agar majikan Hadariah dapat membiayai pengurusan jenazahnya, termasuk memulangkan ke Indonesia.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.