Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sedih! China Minta Warganya Tak Nyalakan Kembang Api saat Perayaan Imlek

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2017 |13:42 WIB
Sedih! China Minta Warganya Tak Nyalakan Kembang Api saat Perayaan Imlek
Perayaan Imlek di China. (Foto: AP)
A
A
A

BEIJING - Pemerintah Beijing meminta warganya tidak menyalakan kembang api di perayaan tahun baru Imlek. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah semakin parahnya krisis kabut asap di China.

Pesta kembang api merupakan tradisi rutin yang digelar di China dalam merayakan Imlek. Ratusan hingga ribuan kembang api biasanya akan dinyalakan sebagai simbol pembawa keberuntungan sekaligus bertujuan mengusir roh jahat.

Sebagaimana dinukil dari Asia Correspondent, Jumat (27/1/2017), perayaan kembang api tahun ini dikhawatirkan akan semakin mempertebal kabut asap. Oleh karena itu, pejabat Beijing diminta tidak menyalakan kembang api, dan tindakan tersebut dimaksudkan untuk memberi contoh kepada masyarakat.

"Para pejabat harus secara proaktif membimbing anggota keluarga, teman, ataupun kerabat untuk tidak menyalakan kembang api dalam upaya meningkatkan kembali kualitas udara di China," ujar salah satu pejabat Beijing yang tak disebutkan namanya.

Kemudian pemerintah juga telah membatasi penjualan kembang api di Beijing. Tak hanya Beijing, provinsi lain di China turut menginstruksikan hal yang sama. Contohnya Provinsi Henan yang melarang penggunaan kembang api di wilayahnya.

Sedangkan Kota Baoding mengancam akan menahan warganya yang berani menyalakan kembang api.

Tahun ini China menyambut Imlek dengan dilanda krisis kabut asap. Kabut asap di China telah mencemari udara, tanah, dan air sehingga menyulitkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Seiring pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat, kini China telah memasuki tahun ketiganya dalam perang melawan polusi kabut asap. Hal itu akibat meningkatnya jumlah pabrik dan kendaraan bermotor.

Sebelumnya, Wali Kota Beijing Cai Qi membentuk pasukan khusus untuk menangani kasus pembakaran ilegal dari sektor industri yang diduga berkontribusi memicu kabut asap.

Selain dari industri, sekira 300 ribu kendaraan akan dibatasi untuk memasuki wilayah ibu kota Negeri Tirai Bambu tersebut pada Februari 2017. Kendaraan bermotor pun dianggap sebagai salah satu penyumbang polusi asap yang paling tinggi. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement