Image

Krisis Kabut Asap, China Tahan Ratusan Orang

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis, 12 Januari 2017 - 15:35 WIB
Salah Satu Pabrik di China Sumbang Polusi Kabut Asap. (Foto: Reuters) Salah Satu Pabrik di China Sumbang Polusi Kabut Asap. (Foto: Reuters)

BEIJING - Otoritas China telah menahan 720 orang atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Lingkungan sejak 2016. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi China yang berkembang pesat, kini China telah memasuki tahun ketiganya dalam perang melawan polusi kabut asap.

Kabut asap di China telah mencemari udara, tanah, dan air sehingga menyulitkan kehidupan sehari-hari masyarakat. Minggu lalu, kadar kabut asap di ibu kota Beijing dalam status waspada dan memaksa masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, Kamis (2/1/2017), pada 2016 Beijing telah menolak 11 proyek senilai USD14 miliar akibat masalah lingkungan. Beijing juga diketahui telah melaporkan 13.127 kasus pelanggaran perlindungan lingkungan.

Sementara itu, 10.184 kasus di antaranya terkait dengan pencemaran lingkungan akibat emisi kendaraan bermotor. Akibatnya lebih dari 10.000 kendaraan dinyatakan melanggar hukum karena memiliki emisi gas buang yang berlebihan.

Krisis kabut asap di China telah membuat sekira ratusan penerbangan dibatalkan dan penutupan jalan raya di China Utara akibat kadar kanut asap melonjak di atas 500 mikrogram per meter kubik di Beijing dan wilayah sekitarnya. Angka mampu mengganggu sistem pernafasan manusia.

Sebelumnya, Wali Kota Beijing, Cai Qi, membentuk polisi pasukan khusus untuk tangani kasus pembakaran ilegal dari sektor industri yang diduga berkontribusi memicu kabut asap.

Cai mengungkapkan bahwa pasukan tersebut akan bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatasi pembakaran sampah, kayu, dan biomassa. Cai juga menargetkan untuk mengurangi pembakaran batu bara sekira 30% dan menututp 500 pabrik yang diduga menyumbangkan polusi serta melakukan perbaikan pada 2.500 pabrik lainnya.

Selain dari industri, sekira 300 ribu kendaraan akan dibatasi untuk memasuki wilayah ibu kota Negeri Tirai Bambu tersebut pada Februari. Kendaraan bermotor dianggap sebagai salah satu penyumbang polusi asap yang paling tinggi. (rav)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming