Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TOP FILES: Asal Usul Lambang Garuda yang Sempat Gonta-ganti Desain

Randy Wirayudha , Jurnalis-Senin, 30 Januari 2017 |07:30 WIB
TOP FILES: Asal Usul Lambang Garuda yang Sempat <i>Gonta-ganti</i> Desain
Rancangan awal lambang negara Garuda (Foto: Youtube)
A
A
A

GARUDA di dadaku, garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang!” Lirik yang sangat nasionalis itu acap bergema ketika kita mengenakan jersey timnas Indonesia dengan lambang garuda di dada kanan. Lambang yang juga jadi ikon negara kita yang selaras dengan ideologi Pancasila – Garuda Pancasila.

Tapi tahukah Anda bahwa lambang negara Garuda seperti yang terpampang di mana-mana itu dicetuskan oleh seorang raja yang pernah terlibat makar? Makar dalam bentuk pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil pada 23 Januari 1950.

Adalah Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra mahkota Kesultanan Pontianak yang sempat dipercaya sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio dalam Kabinet RIS (Republik Indonesia Serikat) 1949.

Sultan Hamid II sempat dianggap terlibat Kudeta APRA di Bandung dan divonis hukuman 10 tahun penjara. Meski bebas lebih cepat, yakn 1958, Sultan Hamid tak pernah mau lagi bersinggungan dengan politik dalam negeri.

Nah, bicara soal pencetusan lambang Garuda, berawal dari pelimpahan tanggung jawab dari Presiden RI Ir Soekarno agar Menteri Negara Zonder Portofolio Sultan Hamid II, merancang gambar lambang negara pada 10 Januari 1950.

Sultan Hamid sebagai koordinator pun membentuk panitia teknis yang diisi M Yamin sebagai ketuanya, Ki Hajar Dewantoro, M.A. Pellaupessy, M Natsir dan RM Ngabehi Poerbatjaraka sebagai anggotanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement