Dari situ, muncul dua karya terbaik, yakni karya M Yamin dan Sultan Hamid yang turut menyertakan rancangannya meski sudah selaku koordinator. Kemudian Presiden RIS Ir Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta secara singkat memilih karya Sultan Hamid II – dengan permintaan penyempurnaan.
Penyempurnaan lambang negara sedari gambar manusia bersayap menjadi rajawali dengan memegang perisai dan diresmikan pada 8 Februari 1950. Tujuh hari berselang, lambang itu diperkenalkan pada publik untuk kali pertama di Hotel Des Indes, Jakarta.
Lambang Garuda itu sempat diperbaiki lagi pada 20 Maret 1950 oleh pelukis istana, Basuki Abdullah atas perintah Presiden Soekarno dan jadilah lambang Garuda Pancasila seperti yang sering kita lihat saat ini.
(Randy Wirayudha)