MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte akhirnya mewujudkan permintaan Kementerian Kehakiman untuk menerbitkan perintah resmi. Mantan Wali Kota Davao City akan menerbitkan perintah eksekutif untuk meminta bantuan pihak militer dalam memburu para pengedar narkoba yang dianggap sebagai ancaman negara.
Pria berusia 71 tahun itu enggan menerbitkan status darurat militer karena merasa tidak butuh kekuatan tambahan. Akan tetapi, ia ingin Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) ikut terjun dalam perang narkoba karena sudah tidak lagi percaya kepada aparat penegak hukum.
“Saya masih harus menulis, entah itu proklamasi atau perintah eksekutif, tetapi saya sudah ke markas AFP dan mengangkat isu narkoba sebagai ancaman bagi keamanan nasional, sehingga saya bisa meminta angkatan bersenjata untuk membantu,” ucap Duterte, mengutip dari Reuters, Kamis (2/2/2017).
Rody –sapaan akrab Duterte- mengatakan para polisi dan Biro Investigasi Nasional yang berada di bawah Kementerian Kehakiman sudah tidak lagi dapat dipercaya. Duterte tidak mengatakan apa kewenangan pihak militer dalam perang terhadap narkoba, atau memberikan indikasi jumlah personel yang terlibat. Ia hanya mengatakan bahwa bantuan militer amat diperlukan.
Sebagaimana diberitakan, operasi satuan antinarkoba dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) ditangguhkan akibat kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Jee Ick-joo. Pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) itu diculik dan dibunuh oleh para polisi nakal di markas PNP. Kepala PNP Ronald Dela Rosa mengaku siap untuk membersihkan jajarannya dari para bandit tersebut.
Presiden Rodrigo Duterte sangat kesal dan malu atas aksi polisi tersebut. Ia sempat mengutarakan penyesalan telah memberikan impunitas kepada para polisi itu. Mantan pengacara itu lalu memerintahkan Bato –sapaan akrab Ronald Dela Rosa- untuk memburu para polisi bandit sebelum kembali terlibat dalam perang melawan narkoba.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.