Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Parah, Kawasan Dieng Sekarang Banyak Pungli

Agregasi Jpnn.com , Jurnalis-Jum'at, 03 Februari 2017 |13:08 WIB
Parah, Kawasan Dieng Sekarang Banyak Pungli
A
A
A

WONOSOBO - Pengunjung kawasan objek wisata Dieng mengeluhkan ulah pihak-pihak yang menarik uang berkali-kali. Bahkan, untuk sekadar urusan berfoto pun dimintai uang.

Dikutip dari laman JPNN, Jumat (3/2/2017), belum lama ini keluhan pengunjung objek wisata Dieng tersebar di Facebook. Ada pemilik akun Yudhistira Jamus Kalimasada yang membeber kelakukan pihak-pihak pelaku pungutan liar yang sudah keterlaluan.

Yudhistira menulis, saat memasuki loket kawasan sekitar tujuh kilometer dari titik nol Dieng (loket Garung), dia harus membayar tiket per kepala. Saat itu dia berwisata dengan lima anggota keluarga.

Ia bisa memaklumi penarikan tiket itu karena berharap ada objek wisata menarik yang bisa dinikmati di sepanjang perjalanan. Faktanya, sepanjang perjalanan tidak ada tempat indah kecuali hawa sejuk dan dinginnya dataran tinggi.

Kekecewaannya masih berlanjut setelah dia sampai di titik 0 Km atau pusat objek wisata Dieng. Sama seperti wisatawan lain, dia mengambil jalur kiri. Setelah jalan beberapa menit, lagi-lagi Yudhistira diharuskan membayar tiket per kepala. Dua kali membayar tiket, ternyata tak ada objek wisata yang langsung bisa dinikmati.

Di tempat parkir, Yudhistira harus kembali membayar. Kemudian beberapa langkah saat hendak masuk kawasan Telaga Warna, Yudhistira dan keluarganya kembali ditarik per kepala. Di situlah dia baru bertanya. “Dua kali membayar tiket sebenarnya untuk apa?” tulisnya.

Lucunya, lanjut dia, dua kali membayar tiket untuk lima orang, tapi ia hanya diberi 4 tiket. “Sudah diklip. Pesan klipnya jangan dibuka, langsung masuk saja,” kata dia.

Sesampainya di telaga, ia melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang. Lagi-lagi dia harus ditarik uang dengan hitungan per kepala. Memasuki kawasan Kawah Sikidang, dia sempat menuliskan pesan kepada calon pengunjung jangan mudah tergiur dengan spot yang indah dan banyak. Karena di sana banyak jebakan.

Untuk berfoto dengan kamera sendiri tetap harus bayar Rp5 ribu rupiah per kepala. Semakin banyak spot foto bagus, di situlah banyak muncul jebakan.

Postingan Yudhistira di Facebook pun beredar secara viral hingga sampai ke Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, Faizun. Merujuk pada pengakuan Yudhistira, kelakuan pelaku penarik uang di Dieng memang sudah keterlaluan.

Faizun, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut Faizun, wisatawan seharusnya dibuat nyaman dan kerasan sehingga tak perlu ada jebakan atau tarif yang sebenarnya tidak perlu.

“Melihat kondisi semacam itu, dinas terkait seharusnya paling bertanggung jawab, harus segera lakukan pembenahan,” ujarnya.

Pengakuan yang sempat menjadi viral di media sosial itu pun mendapat respons dari CBO Wonosobo-Banjarnegara. Merujuk pada matinya wisata di Waduk Mrica, awalnya juga dari hal-hal seperti yang terjadi di Dieng. Mulai ulah tukang ojek nakal maupun para tukang andong.

Karenanya CBO Wonosobo-Banjarnegara berharap kejadian di Mrica menjadi catatan bersama semua pihak. Warga Dieng pun diminta tidak memanfaatkan aji mumpung.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement