"Kami beri gambaran yang komprehensif tentang apa itu aksi 212," imbuhnya.
Rizieq menambahkan, bahwa dialog bersama pemerintah akan terus dilakukan sampai terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat hukuman maksimal. Oleh sebab itu, pertemuan antara GNPF-MUI bersama mantan Panglima ABRI itu meminta komitmen untuk menegakkan hukum tanpa rekayasa kepada Ahok.
"Pemerintah juga bekerjasama dengan ulama dalam menjaga NKRI. Beliau (Wiranto) juga sepakat dialog akan berlanjut karena tidak cukup sampai di sini," imbuhnya.
Ia menambahkan, dialog antar GNPF-MUI dan pemerintah akan terus berjalan hingga "musuh" keluar dari sarangnya. Sehingga, ujar Habib Rizieq, umat Islam akan tahu kepada siapa mereka harus "berperang".
"Karena itu saya minta ulama, habaib, semua jaga diri, jaga umat. Saya juga minta pemerintah agar tidak tunjukkan langkah provokator seperti kriminalisasi ulama, memfitnah ulama, memproses ulama sana sini seperti tersangka. Kalau dibiarkan akan jadi provokasi karena ulama sulit berikan pengertian pada umat," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.