SETIAP 14 Februari dunia merayakan Hari Valentine dan menjadi momen untuk menyampaikan kasih sayang kepada orang-orang terdekat. Namun, pada 1929, perayaan Valentine di AS diwarnai sebuah peristiwa berdarah yang menewaskan tujuh orang anggota gangster.
Pada peristiwa yang dikenal dengan Pembantaian Hari St. Valentine itu, empat orang yang menyamar sebagai polisi mendatangi markas gangster George “Bugs” Moran di Lincoln Park, Chicago, Illinois. Para polisi gadungan itu menjajarkan tujuh orang anak buah Moran menghadap tembok dan menembaki mereka hingga tewas.
Pembantaian ini merupakan puncak konflik antara Moran dengan gangster Chicago lainnya, Alphonse Gabriel “Al” Capone. Kedua tokoh kriminal itu telah saling bunuh sepanjang 1920 demi memperebutkan operasi penyelundupan di Chicago.
Moran pernah datang ke hotel tempat Capone dan rekan-rekan bisnisnya makan siang dan menghujani tempat itu dengan sekurangnya 1.000 peluru. Namun, Capone berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut.
Foto: Chicago Daily News
Setelah Moran mengumumkan hadiah USD50 ribu (sekira Rp9,2 miliar saat ini) untuk nyawa Capone, gangster berjuluk Scarface itu pun akhirnya mengambil tindakan. Capone memerintahkan geng Moran untuk segera dihancurkan.