HISTORIPEDIA: Tujuh Orang Jadi Tumbal Valentine Berdarah ala Capone

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 14 Februari 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 13 18 1617120 historipedia-tujuh-orang-jadi-tumbal-valentine-berdarah-ala-capone-fQgHKWK2Ls.jpg Foto: Shutterstock

SETIAP 14 Februari dunia merayakan Hari Valentine dan menjadi momen untuk menyampaikan kasih sayang kepada orang-orang terdekat. Namun, pada 1929, perayaan Valentine di AS diwarnai sebuah peristiwa berdarah yang menewaskan tujuh orang anggota gangster.

Pada peristiwa yang dikenal dengan Pembantaian Hari St. Valentine itu, empat orang yang menyamar sebagai polisi mendatangi markas gangster George “Bugs” Moran di Lincoln Park, Chicago, Illinois. Para polisi gadungan itu menjajarkan tujuh orang anak buah Moran menghadap tembok dan menembaki mereka hingga tewas.

Pembantaian ini merupakan puncak konflik antara Moran dengan gangster Chicago lainnya, Alphonse Gabriel “Al” Capone. Kedua tokoh kriminal itu telah saling bunuh sepanjang 1920 demi memperebutkan operasi penyelundupan di Chicago.

Moran pernah datang ke hotel tempat Capone dan rekan-rekan bisnisnya makan siang dan menghujani tempat itu dengan sekurangnya 1.000 peluru. Namun, Capone berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut.

Foto: Chicago Daily News

Setelah Moran mengumumkan hadiah USD50 ribu (sekira Rp9,2 miliar saat ini) untuk nyawa Capone, gangster berjuluk Scarface itu pun akhirnya mengambil tindakan. Capone memerintahkan geng Moran untuk segera dihancurkan.

Pada 14 Februari 1929, kiriman barang selundupan dijadwalkan tiba di markas Moran yang saat itu dijaga ketujuh anak buahnya. Moran yang terlambat datang sempat melihat polisi memasuki gedung dan berpikir para anteknya akan segera ditangkap dan digiring keluar. Tetapi, yang terjadi justru mereka tewas diberondong tembakan.

Di antara anak buahnya yang dibunuh, terdapat para algojo terbaik Moran, Frank dan Pete Gusenberg. Diceritakan, saat polisi asli datang ke lokasi kejadian, Frank masih hidup, tetapi dia memegang kode untuk diam saat ditanya siapa yang menembaknya. “Tidak ada, tidak ada yang menembak saya,” kata Frank yang saat itu tengah sekarat.

Insiden Valentine berdarah itu adalah konfrontasi terakhir antara Moran dan Capone. Pada 1931, Capone dijebloskan ke dalam penjara sedangkan Moran kehilangan terlalu banyak orang dan tidak mampu mempertahankan wilayahnya.

Tepat tujuh tahun setelah peristiwa itu, salah satu pelaku pembantaian Valentine, Jack McGurn tewas diterjang peluru senapan mesin di sebuah arena boling yang ramai. Pembunuhnya tidak pernah diketahui, namun banyak yang menduga Moran-lah yang melakukannya untuk membalas dendam.

Bugs Moran pun akhirnya ditangkap setelah melakukan perampokan ringan dan dijebloskan ke penjara pada 1946. Dia meninggal di Penjara Federal Leavenworth pada 1957 akibat kanker paru-paru yang dideritanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini