REPUBLIK Ceko dan Slowakia dulunya merupakan bagian dari Cekoslowakia. Negara ini pecah menjadi dua pada 1 Januari 1993. Momen ini dikenal sebagai perceraian Beludru.
Bicara soal Cekoslowakia, sejarah mencatat betapa rumitnya gejolak politik di negara ini. Pada masa pemerintahan Presiden Eduard Benes, Cekoslowakia tengah berada di bawah tekanan Partai Komunis. Uni Soviet sebenarnya tidak secara langsung ikut campur mengendalikan negara tersebut (sebelum 1968), tetapi akhirnya negara itu jatuh juga ke pelukan komunis.
Padahal Benes yang awalnya mengepalai Ceko di London kembali dari pengasingannya pada masa Perang Dunia II, guna mengembalikan negaranya kepada ideologi nasionalisme. Ia pun mengambil kendali pada 1945, setelah Soviet diusir pada Juli tahun itu.
Para pemimpin Republik di pengasingan sedang membuat keputusan untuk membunuh Heydrich. Dari kiri ke kanan: Kolonel Frantisek Moravec, Jenderal Sergej, Presiden Edvard Benes, dan Jenderal Rudolf Viest. (Foto: Pinterest)
Sayangnya, seperti dilansir History, Sabtu (25/2/2017), pemilu nasional pada 1946 justru memberi perwakilan yang signifikan kepada partai sayap kiri dan komunis di majelis konstituen yang baru. Presiden Benes lantas mencoba berkoalisi dengan partai-partai dalam pemerintahannya.
Kondisi ini membuat Benes kewalahan. Kemenangan Partai Komunis menuai kecaman keras dari Amerika dan negara barat lainnya. Hubungan Cekoslowakia dengan negara barat kian memburuk tatkala pemerintahan Benes menentang rencana untuk rehabilitasi politik dan persenjataan dari Jerman.
Amerika Serikat marah besar. Negeri Paman Sam menghentikan pinjaman besar untuk Cekoslowakia. Dari dalam negeri atmosfernya tak kalah panas. Kaum moderat dan konservatif menuduh tindakan AS itu justru yang menjerumuskan bangsanya ke dalam cengkeraman komunis.
Kedudukan Partai Komunis Cekoslowakia semakin menguat. Mereka mendulang kemenangan demi kemenangan di setiap pemilihan skala besar. Ekonomi nasional berputar di luar kendali, protes di mana-mana. Presiden Benes akhirnya menyerah.
Pada 25 Februari 1948, komunis memaksa partai koalisi presiden bertekuk lutut pada tuntutan komunis dan menyerahkan kabinetnya. Pemilu dicurangi pada Mei tahun yang sama demi mengukuhkan kemenangan partai tersebut.
Untuk pertama kalinya, Cekoslowakia pun menjadi negara berpartai tunggal. Presiden Benes mengundurkan diri, sedangkan mantan menteri luar negerinya, Jan Masaryk dianggap meninggal dalam keadaan yang mencurigakan.