Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

IORA Akan Bahas Aturan Main di Samudera Hindia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 02 Maret 2017 |15:16 WIB
IORA Akan Bahas Aturan Main di Samudera Hindia
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Desra Percaya. (Foto: Dika/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara-negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) pada 5-7 Maret 2017 akan membahas tindak lanjut dokumen IORA Concord yang sebelumnya dirancang dalam pertemuan komite Ad Hoc di Bali. IORA Concord adalah dokumen yang mendorong pemanfaatan maksimal potensi dari Samudera Hindia, termasuk untuk menjawab tantangan yang terjadi di kawasan tersebut.

Dengan IORA Concord, Indonesia akan membawa IORA dari sebuah asosiasi yang berfokus kepada kerjasama ekonomi semata ke tingkat yang lebih tinggi dengan memasukkan elemen governance dalam isu hirauannya. Sejalan dengan itu, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Desra Percaya mengatakan, IORA juga akan menjadikan hukum internasional sebagai aturan main di Samudera Hindia.

“Pada keketuaan Indonesia, kita coba membawa IORA pada level yang lebih tinggi, yaitu pada tingkat yang juga mencakup governance. Dalam kaitan ini, IORA juga akan memuat satu elemen penting yaitu pentingnya hukum internasional UNCLOS 1982 yang akan berlaku mengatur tingkah laku negara di Samudera Hindia,” kata Desra pada press briefing Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (2/3/2017).

Desra menjelaskan, langkah ini diambil agar kekisruhan yang saat ini terjadi di Laut China Selatan (LCS) tidak terjadi juga di kawasan Samudera Hindia. Karena itu, selagi bisa, negara-negara anggota IORA sebaiknya membuat sebuah kerangka kerja dan aturan main agar hal itu tidak terjadi.

“Kita tidak ingin kawasan Samudera Hindia menjadi kawasan di mana kekuatan dunia berebut kekuasaan. Jadi dari awal kita tanamkan sebuah governance dengan berlandaskan hukum internasional khususnya UNCLOS 1982,” tambahnya.

Desra menampik anggapan bahwa langkah ini diambil sebagai antisipasi langkah yang mungkin diambil China di kawasan Samudera Hindia. Malah menurut Desra, Beijing juga akan hadir dalam KTT mendatang sebagai mitra dialog IORA.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement