ARAB Saudi merupakan negara kedua penghasil minyak terbesar di dunia setelah Rusia. Demikian peringkat yang dicatat oleh International Energy Agency pada 2016. Saudi sebenarnya mampu menduduki posisi satu, sayangnya sebagian besar minyaknya dilepas kepada Amerika Serikat.
Patut diketahui, fakta ini tidak terlepas dari sejarah penemuan sumber minyak berlimpah tersebut. Pada 3 Maret 1938, dengan bantuan sebuah perusahaan pengebor minyak dari AS, Saudi menemukan apa yang sekarang kita kenal sebagai sumber minyak bumi dunia.
Sumber: Saudi Petro Facts
Pengeboran itu dilakukan perusahaan AS yang kini bernama Chevron di Dhahran, Provinsi Timur Arab Saudi. Pada mulanya, Raja Arab Saudi Abdulaziz bin Abdul Rahman al Saud hanya bermaksud menggali gurunnya untuk mencari mata air bagi rakyatnya.
Namun setelah lama menggali dan tak menemukan apa pun, mereka pergi ke sumur bor ketujuh di Dahran. Tanpa disangka-sangka, dari kedalaman 1.441 meter justru keluar minyak mentah yang tak ada habisnya.
Melansir National Geographic, Jumat (3/3/2017), ayah Raja Salman tersebut tidak tertarik dengan penemuan itu. Namun setelah mendapat masukan dari sana-sini, yang terjadi justru sekali lagi di luar dugaan. Penemuan ini secara radikal mengubah perwajahan, kemanusiaan dan geografi politik Saudi. Lebih dari itu, minyak mentah yang dikuasai oleh perusahaan Saudi Aramco tersebut bahkan juga mengubah situasi di Timur Tengah dan seluruh dunia.