Share

KISAH: Tukang Pos Tersandung, Mimpinya Mendirikan Istana Impian Terwujud

Silviana Dharma, Okezone · Senin 06 Maret 2017 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 06 18 1634999 kisah-tukang-pos-tersandung-mimpinya-mendirikan-istana-impian-terwujud-kOSNr3fFwB.jpg Istana yang dibuat tukang pos asal Prancis, Ferdinand Cheval. (Foto: The Vintage News)

TERNYATA bermimpi tidak perlu tinggi mengangkasa, cukup tersandung sebuah batu istimewa. Ya, itulah yang terjadi pada seorang tukang pos di Prancis, Ferdinand Cheval. Pria inilah yang membangun istana impian dari batu kerikil, Le Palais Ideal di Hauterives. Cheval juga menginspirasi lahirnya seni arstitektur Naif.

Alkisah, pada suatu hari Cheval tersandung sebuah batu yang bentuknya tidak biasa. Dari situ, dia membangun mimpinya. Sedikit demi sedikit selama 30 tahun sisa hidupnya. Kok bisa?

Rupanya begini, kisah pembangunan istana impian itu bermula pada 1879. Suatu hari pria kelahiran Charmes-sur-l’Herbasse pada 1836 itu sedang mengantar surat, di tengah jalan, Cheval tersandung sebuah batu. Bentuknya tak biasa, karena batu itu terbuat dari pasir yang sudah dibentuk dengan air. Lalu mengeras perlahan seiring berjalannya waktu.

 

(Foto: The Vintage News)

Cheval pun mengantongi batu itu di sakunya, membawa benda itu pulang. “Saya berjalan sangat cepat ketika kaki saya tersandung sesuatu yang membuat saya sempoyongan beberapa meter. Saya ingin tahu apa penyebab saya hampir terjungkal,” kenangnya, seperti dilansir dari The Vintage News, Senin (6/3/2017).

Sejak itu, dia teringat lagi akan mimpi aneh yang pernah dialaminya pada masa muda. “Di dalam mimpi itu, saya membangun sebuah istana, kerajaan atau sebuah gua. Saya tidak ingat jelas, saya juga tidak tahu bagaimana menggambarkannya dengan kata-kata,” tuturnya.

Chavel tidak pernah menceritakan mimpi tersebut kepada siapa pun karena takut dicemooh. Tukang pos berkumis yang tinggal di Châteauneuf-de-Galaure itu sebenarnya pernah mengecap bangku pendidikan. Namun putus sekolah pada usia 13 tahun demi menjadi pemanggang roti dan kue. CIta-citanya gagal diraih, singkat cerita, Chavel akhirnya menjadi pengantar surat.

 

(Foto: The Vintage News)

 Intinya, dia menganggap itu hanya mimpi biasa. Lambat laun bunga tidur itu memudar dan dilupakan. Akan tetapi, 15 tahun kemudian, dia kesandung batu unik. Sama seperti mimpinya, dia penasaran dengan apa yang membuatnya nyaris terjatuh. Momen de javu itu datang, dan dia memikirkan lagi mimpinya.

“Batu itu bentuknya amat aneh. Saya putuskan untuk mengantonginya dulu di saku lalu mengagumi keindahannya sepulang kerja,” pikirnya kala itu.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Keesokan harinya, seperti terpanggil, Chavel datang kembali ke tempat ia kesandung. Ternyata ada banyak batu serupa betebaran di lokasi tersebut. Chavel mengumpulkan sebanyak yang ia bisa.

Koleksinya pun bertambah. Batu yang baginya sangat unik dan terbentuk alamiah itu jelas takkan bisa digantikan dengan karya ciptaan manusia. “Saya katakan pada diri sendiri bahwa alam saja bersedua memahat patung, setidaknya saya bisa menyusun bata dan berarsitektur,” ucapnya.

Selama 30 tahun ke depan, pengumpulannya yang semula hanya sebatas memenuhi saku berbuah menjadi keranjang lalu gerobak. Ia selalu mengambil batu-batu itu pada malam hari, bermodalkan penerangan dari lampi minyak.

 

(Foto: The Vintage News)

Butuh waktu 20 tahun guna mengerjakan dinding luarnya. Penyatuan batu, pendirian bangunan merupakan asli hasil keterampilan tangan dari Chavel. Batu-batu itu dilekatkan dengan campuran mortar, kapur dan semen. Pencampuran ini pun diaduknya sendiri.

Apa hasilnya? The Stone Palace (istana batu kerikil) di Prancis. Gayanya yang mengesankan merupakan perpaduan gaya arsitektur Kristen dan Hindu.

Menjelang kematiannya, karya Cheval mulai mendapat pengakuan dari seniman ternama, seperti Pablo Picasso dan Andre Breton. Anaïs Nin menulis sebuah esai untuk memperingati karya Chavel.

"The Postman Cheval" adalah judul sebuah kolase yang dibuat oleh seniman Jerman Max Ernst pada 1932. Karya ini dipegang hak ciptanya oleh Peggy Guggenheim Collection, dan dipamerkan kepada publik secara permanen hingga sekarang. Sebuah film pendek tentang istana Cheval disebut Le Palais idéal juga pernah dibuat pada 1958 oleh Ado Kyrou.

 

(Foto: The Vintage News)

 Pada 1969, Menteri Kebudayaan Prancis, André Malraux, menyatakan Palais adalah bangunan ikonik nasional dan sejak hari itu, secara resmi dilindungi. Pada 1986, wajah Cheval menghiasi perangko-perangko Prancis.

Ideal Palace ini terbuka untuk pengunjung setiap hari, kecuali hari Natal dan Tahun Baru. Istana impian yang dibuat dari batu kerikil kumpulan Chavel, juga ditutup setiap 15-31 Januari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini