HAMPIR tak ada manusia dengan KTP Indonesia yang tidak mengenal Malioboro. Jangankan yang sudah berkunjung ke Kota Yogyakarta, yang belum pun mesti kerap mendengar kepopulerannya lewat berbagai media massa.
Kawasan Malioboro yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, selalu jadi “primadona” warga lokal menghabiskan waktu dan para turis domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama di Kota Yogyakarta.
Namun saat biasanya kita hanya jalan-jalan, belanja dan wisata kuliner di Malioboro, sebenarnya berapa kira-kira dari Anda yang tahu betul tentang sejarahnya? Kemungkinan besar masih sangat terbatas, kan?
Nah, makanya penulis yang kebetulan berkesempatan ‘dolan’ (main/jalan-jalan) ke Yogya, penasaran akan sejarahnya. Tak perlu repot-repot cari buku di perpustakaan, cukup ikut sebuah “program” edukasi bersifat independen yang diadakan Komunitas Malam Museum.
Setiap Sabtu sekira jam 4 sore, komunitas yang diketuai mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Samantha Aditya ini, mencoba mendekatkan masyarakat pada sejarah Yogyakarta, terutama tentang Malioboro lewat terobosan bernama “Malioberen”.