“Malioberen jadi upaya kami mendekatkan sejarah kepada masyarakat dengan lebih fun (menyenangkan). Basic kedekatannya juga kami melalui riset sejarah terlebih dulu. Kami mengembangkan itu dengan mencari titik-titik (sejarah) yang bisa diakses masyarakat umum,” timpal Erwin Djunaedi yang juga tergabung di Malam Museum.
“Nah bicara sejarahnya, lebih dulu kita harus bedakan antara Jalan Malioboro dan Kawasan Malioboro. Karena kalau Kawasan Malioboro itu dari Tugu Yogya sampai Kraton. Sementara Jalan Malioboro itu membentangnya hanya dari Stasiun Tugu sampai Kepatihan (Kantor Gubernur DIY),” lanjutnya.
(BERSAMBUNG...!)
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.