“Malioberen itu sebenarnya istilah orang-orang Belanda (sejak zaman kolonial) untuk jalan-jalan sore di Malioboro,” terang Samantha kepada Okezone.
“Makanya program kami untuk jelajah wisata edukasi dari titik nol sampai (hotel) Inna Garuda itu, namanya Malioberen. Tujuannya mengenalkan sejarah yang ada di Malioboro dan perkembangannya,” imbuhnya.
Inovasi Samantha dan kawan-kawannya sesama mahasiswa ini baru berjalan sebulan terakhir dan perkenalannya melalui Twitter/Instagram @malamuseum. Diadakan setiap Sabtu jam 4 sore dan titik kumpulnya ada di titik nol Kota Yogyakarta yang sekarang, lokasinya di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
Memang tidak gratis, tapi setidaknya dalam rangkaian acara itu, peserta yang mendaftar mau ikut bisa sukarela saja merogoh koceknya dan pastinya, sangat berharga kalau benar-benar ingin tahu sejarah Malioboro dengan cara yang lebih menyenangkan.