PHNOM PENH - Pemerintah Kamboja nampaknya mulai serius dalam menangani kasus obat-obatan terlarang. Buktinya dalam kurun waktu dua bulan sedikitnya 4.800 orang ditangkap terkait narkoba.
Kampanye pemberantasan narkoba di Kamboja nampak serupa dengan yang diambil Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Namun, Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen memastikan, Kamboja tak akan memicu pertumpahan darah dalam misi ini.
Sebagaimana diwartakan Asian Correspondent, Rabu (8/3/2017), Wakil Perdana Menteri Ke Kim Yan menyatakan, di Kamboja terdapat sebanyak 2.000 pengguna narkoba. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan lebih dari angka tersebut.
"Dalam dua bulan, lebih dari 4.000 orang ditangkap. Para pengguna narkoba melakukan aktivitas mereka secara sembunyi-sembunyi baik dari orangtua maupun dari orang terdekat. Dan hal ini memungkinkan jumlah sebenarnya bisa dua atau tiga kali lipat lebih banyak," ujar Kim Yan yang juga menjabat sebagai Ketua Otoritas Nasional Penanggulangan Narkoba.
Kim Yan menambahkan, mereka yang merupakan pengguna telah dibawa ke pusat rehabilitasi.
Sementara itu, Pemerintah Kamboja berencana untuk membangun sekira dua atau lebih pusat rehabilitas bagi para pencandu. Nantinya mereka akan diberi pelatihan untuk menjadi pekerja baik itu di ilmu di bidang peternakan dan perkebunan. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.