"Pas di dalam kamarnya, baju dan celana saya dibuka semua. Saya kesakitan dan menjerit, tapi mulut saya ditutupi pakai tangannya," celotehnya.
Usai melampiaskan nafsu birahinya kepada bocah tersebut, pelaku pun menyuruhnya pulang. Korban yang kesakitan di bagian selangkangannya, lantas mengeluh kepada kakek dan ayahnya.
"Anak saya sampai jatuh sakit, lalu opungnya membawanya ke rumah sakit. Dari keterangan di rumah sakit menurut informasi yang saya peroleh, kemaluan anak saya sudah robek dan dia sudah berulang kali digituin," sambung, ibu korban.
Beberapa jam berkonsultasi dan menceritakan kejadian yang menimpa anaknya kepada petugas SPKT Polrestabes Medan, korban bersama ibu dan warga yang menemaninya terpaksa kembali pulang ke rumah, lantaran seluruh bukti seperti, Kartu Keluarga (KK) maupun akte lahir anaknya, berada dirumah mantan suaminya.
Maka dari itu, lanjut ibu korban, ia dan ditemai keluarga serta warga yang mendukungnya, berencana mendatangi sekolah korban untuk meminta surat keterangan dan lapor anaknya.