“Bahannya dulu masih kayu. Bahan (bangunannya) dari Sultan. Tenaga orangnya juga dari Sultan,” sambung Erwin.
“Saat keraton berdiri, belum ada permukiman lain setelah keraton. Setelah keraton, baru Vredeburg, kemudian Gedung Societet Militair yang jadi tempat dansa bangsa Belanda, lalu kantor residen yang jadi Gedung Agung di tahun 1820-an,” tuntasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.