JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menggelar rapat tertutup bersama Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golkar. Apa hasil dari rapat di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, itu?
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, rapat tersebut membahas berbagai persoalan terkini serta evaluasi kinerja Partai Golkar, terutama terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 dan Pilkada 2018.
"Evaluasi pilkada yang sesudah dan pilkada yang akan datang, serta berbagai macam pertumbuhan ekonomi melalui pimpinan lembaga negara kita bahas secara bersama. Ini yang kita hadapi awal tahun kan kita evaluasi," ucap Novanto usai rapat di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (16/3/2017).
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menjelaskan, hasil rapat banyak membahas persoalan-persoalan politik saat ini yang dinilai mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.
Aburizal Bakrie (Bayu/Okezone)
Ical menamabahkan, Wanbin Golkar dan DPP Partai Golkar berpendapat bahwa Golkar harus berperan aktif dan mengambil momentum dalam menciptakan persatuan dan kesatuan ini sehingga diharapkan dapat lahir tokoh-tokoh politik dari Partai Golkar menjadi panutan dalam kepemimpinan bangsa.
"Kita harapkan tokoh-tokoh politikus Golkar menjadikan bahwa politik kebangsaan Indonesia dapat dipelihara dengan baik dan dapat menyuarakan suatu kehendak rakyat," papar Ical.
Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) itu juga mengungkapkan Dewan Pembina Partai Golkar memuji kinerja DPP Golkar yang berhasil mencapai target kemenangan 57 persen dalam Pilkada Serentak 2017.
Menghadapi Pemilu 2019, Dewan Pembina meminta DPP Partai Golkar untuk mempersiapkan kader-kader muda Partai Golkar menjadi pemimpin-pemimpin politik Partai Golkar.
Hal ini didasari pemilih pada tahun 2019 nanti adalah masyarakat yang berumur diantara 25 sampai 40 tahun.
"Karenanya dewan pembina meminta kepada partai golkar untuk mengaktifkan dan memberikan perhatian besar kepada tokoh-tokoh muda Partai Golkar dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin politik partai golkar," tuturnya.
Rapat tersebut juga membahas pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta masalah korupsi E-KTP yang ramai saat ini. Ical menegaskan partai berlambang pohon beringin itu menghargai proses hukum kasus korupsi E-KTP di Pengadilan Tindak Lidana Korupsi dan meminta kadernya tetap tenang.
"Semua kader PG tetap tenang dan hargai proses hukum, menyerahkan proses nya ke pengadilan dengan tetap menekankan azas praduga tak bersalah," tutup Ical.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.