Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Serba Hijau, Dunia Rayakan Hari Santo Patrick

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Jum'at, 17 Maret 2017 |06:02 WIB
HISTORIPEDIA: Serba Hijau, Dunia Rayakan Hari Santo Patrick
Parade Hari Santo Patrick di salah satu sudut Kota London, Inggris (Foto: Carl Court/AFP)
A
A
A

WARNA hijau dan daun semanggi dipastikan akan memenuhi Irlandia dan Amerika Serikat (AS) sepanjang hari ini. Mereka turut menyemarakkan peringatan meninggalnya sang santo pelindung Irlandia, Santo Patrick.

Kisah hidup Santo Patrick hanya dapat diketahui dari buku berjudul ‘Confessio’, sebuah buku yang ditulis di tahun-tahun terakhir hidupnya. Patrick diyakini lahir di Skotlandia, Inggris Raya, dari keluarga penganut Kristen taat. Inggris Raya saat itu berada di bawah pemerintahan Kekaisaran Romawi.

Patrick ditangkap dan dijual sebagai seorang budak pada usia 16 tahun oleh para perampok. Selama enam tahun, Patrick bekerja sebagai gembala di Irlandia. Pengalaman religius dimulai ketika dirinya mendengar suara dalam mimpi di suatu malam. Ia kemudian melarikan diri dan menemukan potongan ayat Injil di atas kapal yang membawanya ke Inggris untuk berkumpul bersama keluarga.

Menurut buku ‘Confessio’, Patrick kemudian kembali bermimpi didatangi seseorang bernama Victoricus yang memberinya sepucuk surat berjudul ‘Suara Orang Irlandia’. Dari surat itu, ia merasa mendengar suara dari orang-orang Irlandia yang memohon dirinya agar kembali dan berjalan bersama mereka sekali lagi.

Patrick kemudian dibaptis sebagai seorang uskup. Ia tiba kembali di Irlandia pada 433 dan mulai menyebarkan Injil. Ia membaptis ribuan warga Irlandia sebagai seorang Katolik dan membangun sejumlah gereja di sana. Setelah 40 tahun hidup dalam kemiskinan, mengajar, mengembara, dan bekerja tiada henti, Patrick meninggal dunia pada 17 Maret 461 di Saul, Irlandia.

Sejak itu, mulai bermunculan mengenai kisah legendaris Patrick. Selain diangkat sebagai santo pelindung Irlandia, Patrick dikisahkan membaptis ratusan orang hanya dalam satu hari. Ia menggunakan daun semanggi untuk menjelaskan doktrin Trinitas Kekristenan.

Santo Patrick juga sering digambarkan sedang menginjak ular dalam beberapa lukisan, sesuai dengan keyakinan bahwa ia menyingkirkan reptil itu dari tanah Irlandia. Selama ribuan tahun, warga Irlandia merayakan hari meninggalnya Santo Patrick sebagai hari libur keagamaan. Mereka biasanya pergi ke gereja di pagi hari dan merayakan dengan minuman serta makanan di siang hari.

Namun, parade perayaan Hari Santo Patrick pertama tidak terjadi di Irlandia, tetapi di AS. Tentara asal Irlandia yang mengabdi di militer Inggris berpawai di Kota New York pada 1762. Sejak itu, parade tersebut menjadi pertunjukan dari kekuatan dan kesatuan imigran Irlandia yang dideportasi ke AS sebagai narapidana dan kemudian berubah menjadi perayaan populer di kalangan keturunan Irlandia.

Pesta tersebut kemudian mendunia pada 1995 ketika pemerintah Irlandia memulai kampanye skala besar untuk memasarkan Hari Santo Patrick sebagai momentum menarik turis serta memperkenalkan negaranya ke dunia. Sekarang ini, 17 Maret dirayakan oleh dunia internasional. Jutaan orang di dunia mengenakan pakaian berwarna hijau terbaik untuk meminum bir, menonton parade, dan bersulang demi keberuntungan warga Irlandia.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement