Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Ungkap Ada Dugaan Motif Politik di Balik Penembakan Warga Aceh Timur

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 20 Maret 2017 |18:09 WIB
Polri Ungkap Ada Dugaan Motif Politik di Balik Penembakan Warga Aceh Timur
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar (tengah) saat memberi keterangan pers (Dara Purnama/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Polri menguak motif di balik aksi penembakan dua warga di Gampong (Desa) Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Penembakan itu diduga berlatar belakangan persaingan poltik di Pilkada Aceh Timur 2017.

Hal itu terungkap setelah Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap dua tersangka penembakan berinisial GS alias A dan MJ. "Penembakan dilakukan GS merupakan salah satu tim sukses sebuah partai yang ada di sana,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Korban dalam penembakan yang terjadi pada Minggu 5 Maret 2017 itu adalah Juman dan Misno. Keduanya terkena tembakan yang diarahkan ke rumah korban dan sempat dirawat di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Tersangka diduga tim sukses calon bupati yang diusung salah satu partai politik di Aceh. Sedangkan korban merupakan tim pemenangan dari pasangan calon rival tersangka.

Boy mengatakan, GS kecewa dengan hasil pilkada yang membuat pasangan yang didukungnya kalah. “Kemudian kecewa karena hasil pemilu kalah dan kemudian korban diketahui merupakan timses dari salah satu pasangan calon yang ikut kontes Pilkada di sana. (Korban) merupakan timses calon bupati Aceh Timur," katanya.

Berdasarkan penuturan GS dan MJ, pada saat melakukan penembakan, ada pelaku lainnya yang diketahui berinisial A alias C. Keduanya diakui merupakan dalang atau yang memerintahkan kedua tersangka menembak Juman dan Misno.

"A alias C ini masih buron. Kami sedang memburunya," tuturnya.

Tersangka menembak Juman dan Misno menggunakan senjata laras panjang jenis M-16. Akibatnya Jusman terkena di bagian leher. Kemudian, pelaku menembak Misno lagi yang terkena di bagian perut. Penembakan terjadi pada 5 Maret 2017 dini hari di rumah masing-masing korban.

Akibat penembakan itu, kedua korban sempat dirawat di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh dan sekarang sudah diizinkan pulang. Kedua korban masih dipantau oleh polisi dan akan dimintai keterangan jika kondisinya sudah semakin membaik.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement