SEMASA Taman Kanak-Kanak (TK) hingga kelas 1-2 Sekolah Dasar (SD), seolah ada “indoktrinasi” untuk anak-anak dalam pelajaran menggambar. Di masing-masing buku gambar kita saat itu, bisa dibilang sebagian besar isinya adalah gambar gunung kembar legendaris.
Berupa dua buah gunung yang di tengah-tengahnya muncul matahari terbit. Disertai awan-awan di langit biru dan tidak lupa hamparan sawah di kanan-kiri dan sebuah jalan di tengahnya.
Kadang, ada yang menambahkan sebuah rumah dekat gambar sawah dan deretan pepohonan yang samar di kaki gunungnya. Entah siapa yang memulai gambar ini, tapi seolah jadi standar pelajaran menggambar buat siswa-siswa TK/SD.
Entah sampai kapan pula gurat-guratan krayon atau pensil warna anak-anak TK/SD di Indonesia (sebagian besar), akan terus menghasilkan gambar gunung kembar nan legendaris ini.
Hanya saja, imajinasi tentang gunung kembar disertai hamparan sawah dan matahari terbit di otak anak-anak Indonesia ini, ternyata bukan khayalan semata. Gunung kembar itu benar-benar ada dan hampir 100 persen identik dengan hasil gambar anak-anak.
Ternyata, penggambaran gunung kembar ini aslinya adalah “Gunung Kembar Susi”. Tapi tunggu, jangan berpikir yang enggak-enggak dulu ya. Maksud dari gunung kembar Susi ini adalah singkatan dari dua Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro (Susi) yang berdempetan dan terletak di Jawa Tengah.