nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOP FILES: Bogor Dijuluki Kota Hujan, Apa Gerangan Penyebabnya?

Randy Wirayudha, Jurnalis · Minggu 02 April 2017 08:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 31 338 1655681 top-files-bogor-dijuluki-kota-hujan-apa-gerangan-penyebabnya-ycatZm6Q0t.jpg Bogor Kota Hujan (Foto: Putra Ramadhani Astyawan/OKEZONE)

TIDAK lama setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, langsung bertolak ke Istana Bogor. Namun setibanya di di Bogor jelang masuk Istana Bogor, Raja Salman benar-benar melihat bukti bahwa Bogor adalah Kota Hujan.

Well, tahu sendiri kalau di negara asalnya, tentu Raja Salman sangat jarang bisa merasakan hujan. Namun serbuan rintik air hujan yang “keroyokan” itu menambah sejuk dan “syahdunya” kunjungan bersejarah Raja Salman ke negeri kita pada 1 Maret 2017.

Ngomong-ngomong soal hujan, sudah bukan jadi barang aneh buat warga Kota dan Kabupaten Bogor. Apalagi sudah sejak lama kota yang dulunya bernama Buitenzorg itu punya predikat “Kota Hujan”, kendati di kota-kota lain tengah merasakan musim kemarau.

Soal kenapa Bogor dijuluki Kota Hujan, ternyata ada penjelasan ilmiahnya. Penjelasan yang tak lepas dari letak geografisnya yang berada di antara Gunung Gede dan Gunung Salak.

Letak Kota Bogor juga berada di antara ketinggian 190-330 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata per bulannya tertinggi 26 derajat celcius atau terendah 21,8 derajat celcius . Makanya tidak heran udaranya sejuk, sudah kayak di Bandung saja.

Karena berada di antara kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, makanya Bogor sering diguyur hujan orografi atau hujan yang terjadi di kawasan pegunungan. Angin lau yang membawa awan dari Laut Jawa ke pedalaman, naik mendadak di wilayah Bogor dan uap airnya terkondensasi sampai akhirnya terjadi hujan.

Itu alasannya kenapa Bogor sering tetap hujan meski musim di negeri kita sudah memasuki musim kemarau. Dengan alasan itu pula, mulai muncul sebutan atau julukan “Bogor Kota Hujan”.

Akan tetapi, pada 2015 lalu saat nusantara juga tengah dilanda siklus El Niño, Bogor ikut kekeringan dan jarang turun hujan. Sampai-sampai Pemerintah Kota Bogor dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, mengajak warga Salat Istisqa atau salat minta hujan berjamaah.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini