Hingga kini, Fahri masih terus menjalani pengobatan. Uang untuk biaya berobat pun Sani sisihkan dari hasil berjualan tisu. Ia sengaja membagi hasil jualannya untuk kehidupan sehari-hari dan dikumpulkan untuk biaya berobat.
"Saya biasanya jualan di sekitar Jalan Riau. Berangkat biasanya setelah Fahri pulang sekolah sekira jam 11-an. Pulang biasanya magrib, kadang jam 10 atau 11 malam baru pulang kalau belum dapat uang," jelas Sani.
Sementara akibat penyakitnya, sejak usia empat tahun hingga kini sudah banyak tulang Fahri yang patah. "Lebih dari 20 tulang yang sudah patah," ucapnya.
Fahri pun lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur. Dalam sebulan terakhir, ia baru bisa duduk setelah menjalani pengobatan.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.