Image

Dapat Banyak Bantuan, Biaya Pengobatan Fahri Bocah Tulang Rapuh Sudah Aman

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 14:58 WIB
Fahri bersama ibundanya dan Bupati Dedi Mulyadi. (Foto: Oris Riswan/Okezone) Fahri bersama ibundanya dan Bupati Dedi Mulyadi. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Sri Astati Nursani (32) berkali-kali mengucap alhamdulillah sebagai bentuk syukurnya. Perempuan yang akrab disapa Sani itu masih tak percaya banyak pihak peduli kepada putra sulungnya, Muhammad Fahri (11). 

Fahri yang mengidap osteogenesis imperfecta begitu menyita perhatian publik sejak ramai diberitakan berbagai media pada akhir Maret. Kondisi Fahri yang memprihatinkan karena tulangnya rapuh dan mudah patah membuat publik banyak yang bersimpati. 

Secara bertahap bantuan terus berdatangan, mulai nominal kecil hingga ratusan juta. Tidak hanya dalam bentuk uang, ada bantuan berupa disewakannya tempat tinggal, dibuatkan toko pakaian, hingga dorongan semangat dari Atep Rizal yang merupakan kapten klub sepakbola Persib Bandung. 

"Alhamdulillah, terima kasih kepada semuanya, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala membalas kebaikannya. Terima kasih juga buat teman-teman media yang sudah memberitakan tentang Fahri sehingga banyak bantuan yang datang," kata Sani saat ditemui di rumahnya, kawasan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jumat (21/4/2017). 

Ia menjelaskan, bantuan biaya yang ada sudah cukup untuk berobat Fahri dalam beberapa tahun ke depan. Bantuan itu pun dikelola Rumah Zakat. Sehingga saat dibutuhkan untuk pengobatan atau keperluan penting lainnya, uang tinggal dicairkan. 

"Uang untuk berobat sudah aman dan dikelola oleh Rumah Zakat," ungkap Sani. 

Dikarenakan dananya sudah mencukupi, rencananya Fahri akan berobat dengan menggunakan jalur umum alias bukan melalui asuransi kesehatan dari pemerintah. Alasannya agar proses pengobatan dan segala hal terkait lainnya menjadi lebih mudah. 

Fahri sendiri harus menjalani pengobatan rutin. Salah satunya diberi suntikan secara berkala agar tubuhnya menjadi lebih kuat. Selain itu, Fahri mesti menjalani beberapa kali operasi hernia yang diderita. 

Fahri pun turut mengucapkan terima kasih seperti yang disampaikan ibunya. "Terima kasih semuanya sudah bantu Fahri," ucapnya. 

Sementara berkaca dari apa yang menimpa keluarganya, Sani membagi pelajaran penting. Ia mengatakan, jangan pernah malu dengan kondisi fisik anak yang berbeda. 

"Jangan pernah malu dengan kekurangan fisik, jangan pernah kecewa. Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan rezeki dan jalan keluar," tutur Sani. 

Sebagaimana diketahui, Fahri mengidap osteogenesis imperfecta yang membuat tulang di tubuhnya rapuh dan mudah patah. Sejak usia 4 tahun hingga kini, sudah lebih dari 20 tulang di tubuhnya patah. 

Saking rapuhnya, batuk dan bersin bisa membuat tulang rusuk Fahri patah. Bahkan saat tertimpa bantal yang ringan, tulangnya juga bisa patah. 

Setiap bulan, Fahri harus mendapat suntikan obat khusus agar tulang di tubuhnya lebih kuat. Biaya sekali suntik mencapai Rp15 juta. Tapi setelah mendapat subsidi, biaya yang dibayar adalah Rp3,8 juta. 

Selain itu, Fahri mengidap penyakit hernia. Operasi pertama untuk penyakit ini sudah dilalui. Ke depan, ia diharuskan menjalani dua hingga tiga kali operasi hernia lagi. 

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebelum memiliki toko pakaian, sang ibu mengandalkan pendapatan dari berjualan tisu dengan cara berkeliling di berbagai jalan. 

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming