Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cari Korban Hilang Tanah Longsor, Kolombia Kerahkan 1.100 Personel

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Senin, 03 April 2017 |00:13 WIB
Cari Korban Hilang Tanah Longsor, Kolombia Kerahkan 1.100 Personel
Otoritas Kolombia terus mencari korban di antara timbunan lumpur (Foto: Luis Robayo/AFP)
A
A
A

MOCOA – Tim penyelamat Kolombia terus berupaya mencari korban di antara timbunan tanah di Kota Mocoa, Provinsi Putumayo. Sebagaimana diberitakan, wilayah yang terletak di perbatasan dengan Ekuador dan Peru itu dilanda musibah tanah longsor pada Sabtu 1 April tengah malam waktu setempat.

Diwartakan ITV, Senin (3/4/2017), jumlah korban tewas dalam musibah tanah longsor tersebut sudah mencapai 254 orang. Sementara sekira 200 orang lainnya dinyatakan hilang. Data tersebut diperoleh dari pernyataan resmi Tentara Nasional Kolombia yang turut dikerahkan dalam operasi penyelamatan.

Selain menewaskan 254 orang, sebanyak 400 lainnya luka-luka dalam musibah tanah longsor tersebut. Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari 1.100 personel tentara dan kepolisian kini terus berpacu dengan waktu. Mereka terus menggali di 17 rukun tetangga berbeda untuk mencari para korban.

Musibah tanah longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan sepanjang Jumat 31 Maret 2017 malam hingga Sabtu dini hari waktu setempat. Hujan lebat mengakibatkan Sungai Mocoa dan tiga anak sungai lainnya meluap. Air sungai yang bercampur lumpur tak bisa dibendung hingga mencapai rumah penduduk.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos langsung turun untuk meninjau lokasi bencana tersebut. Ia kemudian memerintahkan tentara nasional Kolombia untuk membantu operasi penyelamatan sekaligus menyatakan status darurat. Juan Manuel Santos juga menyatakan jumlah korban bisa saja semakin bertambah.

Seorang saksi mata mengatakan, alarm peringatan bencana sudah berbunyi. Akan tetapi, getaran hebat dari bangunan di wilayah tersebut menimpa suara alarm sehingga tidak bisa didenggar oleh seluruh warga Macao. Padahal, mereka tengah terlelap saat musibah terjadi.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement