nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Bengkulu Khawatirkan Abrasi Pantai Barat Sumatera

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 19 April 2017 11:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 19 340 1671226 warga-bengkulu-khawatirkan-abrasi-pantai-barat-sumatera-paLg2O0TUY.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BENGKULU - Sejumlah warga Desa Koto Bani, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu mengkhawatirkan laju abrasi pesisir Pantai Barat Sumatera yang mengikis lahan kebun dan mengancam permukiman. Salah satunya diduga akibat aktivitas pelabuhan khusus batu bara.

"Kami khawatir permukiman akan ikut ambles akibat laju abrasi semakin tinggi, salah satunya dipicu pembangunan pelabuhan khusus," kata Eriyanto di Bengkulu, Rabu (19/4/2017).

Keresahan masyarakat itu kata dia, sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu dan meminta pihak terkait meninjau kondisi lapangan.

Perwakilan warga juga sudah melaporkan aktivitas pelabuhan tersebut ke anggota legislatif sebab pengerukan pasir untuk memperdalam kolam diduga memicu abrasi yang semakin tinggi ke arah kebun warga desa.

"Kami minta anggota legislatif turun ke lapangan, meninjau kondisi pesisir desa kami yang tergerus parah akibat pengerukan pasir untuk kolam pelabuhan," terangnya.

Menurut warga, sejak pelabuhan itu beroperasi pada 2013, lahan kebun warga di sekitar pantai telah ambles sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 50 meter. Akibatnya, ada 125 kepala keluarga yang terdampak atau mengalami kerugian karena kehilangan lahan kebun akibat operasi pelabuhan khusus itu.

Melihat dampak yang ditimbulkan itu, masyarakat meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan pelabuhan tersebut sebab tidak hanya menghilangkan lahan kebun, tapi juga mengancam keselamatan warga setempat.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi berjanji segera membentuk tim untuk meninjau ke lokasi guna menindaklanjuti laporan warga tersebut.

"Kami akan bentuk tim lintas komisi dan bersama dinas lingkungan hidup turun ke loakasi," ujar Jonaidi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini