Abrasi Hantam Pemakaman hingga Kain Kafan Kelihatan

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 14 Januari 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 609 2152859 abrasi-hantam-pemakaman-hingga-kain-kafan-kelihatan-dBniSaetDB.jpg Abrasi di Desa Sampulungan, Sulsel (foto: Okezone.com/Herman)

MAKASSAR - Sebuah pemakaman umum di pesisir pantai di kawasan Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan rusak karena abrasi.

Kerusakan tersebut diterjangan gelombang ombak laut yang terjadi di sepanjang pesisir pantai lantaran musim cuaca ekstrem yang melanda Sulsel dan beberapa wilayah lain sepekan terakhir.

Sekretaris Desa Sampulungan, Kaswandi mengatakan, terdapat dua unit rumah yang ambruk, satu rusak dan situs pemakaman umum terkikis akibat abrasi.

"Ini sudah sangat memprihatinkan. Sekarang masyarakat bergotong royong membuat penahan (tanggul) sementara, meskipun seadanya yang jelas ada usaha dulu," kata Kaswandi, Selasa (14/1/2020).

 Abrasi

Beberapa kuburan rusak akibat terjadinya abrasi. Informasi yang diperoleh, material, seperti kain kafan hingga tulang belulang dari beberapa kuburan sempat terlihat warga setempat.

"Titiknya bukan cuma mengancam situs pemakaman, bahkan sekarang sudah sampai ke rumah penduduk," ungkap Kaswandi.

Kaswandi menjelaskan, abrasi yang terjadi diperparah dengan musim cuaca ekstrem. Hal itu, kata dia tidak menutup kemungkinan menjadi ancaman ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya.

"Ada sekitar kurang lebih 200 kepala keluarga yang bermukim di wilayah setempat. Ancaman semakin nyata apabila area yang mengalami dampak abrasi, terus menerus tergerus hingga mencapai pusat tempat tinggal warga," jelasnya.

Saat ini, kata Kaswandi, pihaknya tengah berupaya membangun tanggul seadanya. Tanggul berfungsi dan dijadikan sebagai pembatas dengan harapan, mampu meminimalisir dampak abrasi karena hempasan ombak gelombang laut.

Dalam sepakan terakhir, lanjut Kaswandi, dampak abrasi telah mencapai lima meter dari bibir pantai. Jika terus menerus tergerus, dampak abrasi itu dipastikan akan masuk sepenuhnya ke kawasan pemukiman warga setempat.

"Kemarin-kemarin itu tidak ada upaya. Karena mungkin tidak sampai ke rumah penduduk, hanya sampai sebatas pemakaman. Ini semakin panik karena pengikisannya dalam kurun waktu seminggu terakhir," ungkapnya.

Kondisi ini disebutkan Kaswandi bahkan telah berlangsung selama kurun waktu dua tahun terakhir. Tepatnya 2018 hingga 2020. Meski belum mencatat adanya korban jiwa, kerugian materil akibat dampak dari abrasi di kawasan pesisir Desa Sampulungan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Bahkan ada beberapa tanggul-tanggul dulu yang sempat dibangun, ambruk juga. Karena tidak kuat menahan hempasan ombak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini