Pantai Galesong Takalar Alami Abrasi, Belasan Rumah Warga Terancam Hilang

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 08 Januari 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 609 2150794 pantai-galesong-takalar-alami-abrasi-belasan-rumah-warga-terancam-hilang-cawmJ6bk9m.jpg Abrasi di Pantai Galesong Utara (foto: ist)

MAKASSAR - Akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Sulawesi Selatan, Pantai Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengalami abrasi.

Data sementara dari pemerintah setempat, tercatat ada 19 rumah warga yang terancam hilang, karena abrasi air laut dan sekitar 74 kilometer daerah tepi pantai berpotensi abrasi pada tahun ini.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti abrasi yang terjadi dengan menggandeng pemerintah pusat dan daerah.

"Jadi tidak usah ragu masyarakat, kita hadir, Dinas Sosial hadir, BNPB hadir, nah sebentar lagi saya tinggal tunggu datanya semua kerusakan rumah yang diambil ombak, kita punya anggaran tanggap darurat," kata Nurdin, Rabu (8/1/2019).

 Abrasi

Dari data ini, Nurdin bersama pihak terkait menyatakan akan segera menyelesaikan permasalah masyarakat setempat.

"Saya akan serahkan ke Pak Bupati, nanti pak Bupati yang mendata semua, jadi masyarakyat tidak usah risau kehilangan rumah, Insyaallah pemerintah akan hadir," lanjutnya.

Diketahui, tahap pengerjaan perbaikan akibat abrasi ini telah berada di tahap tender dan akan segera dikerjakan.

"Berikutnya, ini Balai Pompengan sudah mulai mendesain, sudah ada beberapa yang sudah tender, kalau yang di sini sisah tender kita harapkan dari APBN bisa membantu, supaya mudah-mudahan tahun depan tidak lagi mengalami hal seperti ini masyarakyat di sini," jelasnya

Nurdin Abdullah saat berkunjung juga memberikan bantuan bronjong sebagai bantuan tanggap darurat dari abrasi yang terjadi.

Bronjong atau Gabions merupakan kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk mencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing dan tepi-tepi sungai.

"Tadi beberapa yang sudah kita eksekusi, tadi tokoh-tokoh masyarakat di sini minta bronjong, ada bronjong kita bisa adakan, terus nanti Pemda yang isi," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini