TENGOK deh di berbagai sudut kota di Indonesia. Kebanyakan kini anak-anak zaman sekarang sudah jarang yang bersentuhan dengan permainan tradisional. Yang ada, justru lebih banyak yang keranjingan pegang gadget, ya!
Malah ada saja anak-anak zaman sekarang yang menganggap kalau mainan tradisional itu ‘kampungan’. Yang begini ini suatu saat, mungkin jadi faktor- yang dikhawatirkan, akan membuat beragam permainan tradisional nusantara bakal punah.
Sebelum kekhawatiran itu terjadi (dan semoga tidak terjadi), baiknya kita kenali dulu yuk, 1 permainan tradisional yang konon tertua di negeri kita. Permainan dengan benda kecil yang diputar kencang dengan seutas tali.
Ya! Anda betul jika menjawab gasing. Di beberapa tempat, mainan ini kadang disebut gangsing. Soal nama memang beragam sih. Di masyarakat Betawi kalau enggak gangsing, disebutnya panggal.
Di Lampung namanya pukang, di Kalimantan Timur namanya begasing, di Maluku disebutnya Apiong, di Nusa Tenggara Barat namanya Maggasing sebagaimana masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.
Sementara masyarakat Sulawesi Utara menyebutnya paki, di Jawa Timur dikenalnya dengan sebutan kekehan. Adapun di Yogyakarta, kalau dibuatnya dari bambu disebutnya gangsingan dan kalau terbuat dari kayu namanya pathon.
Bentuknya pun bervariasi. Ada yang kerucut, silinder, ada pula yang seperti piring terbang dengan beraneka ragam bahan, mulai dari kayu, bambu, hingga plastik.