Terkena Serpihan Peluru Karet, Kapolres Mimika Dirawat di RSUD

Saldi Hermanto, Okezone · Jum'at 21 April 2017 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 21 340 1672996 terkena-serpihan-peluru-karet-kapolres-mimika-dirawat-di-rsud-XMu6J08HKI.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

TIMIKA – Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon terpaksa dirawat di RSUD Mimika usai menjalani operasi pengangkatan serpihan yang bersarang ditumitnya, pasca terkena tembak peluru karet saat terjadi kericuhan di depan Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (20/4) 2017) siang.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Mimika, Luky Mahakena, menjelaskan bahwa operasi pengangkatan benda asing yang bersarang di tumit kaki kiri Kapolres Mimika telah dilakukan sore tadi. Saat operasi dilakukan tim medis berhasil mengangkat enam benda asing yang diduga merupakan serpihan dari peluru karet.

“Kita istilah medisnya benda asing yang bersarang dalam daging, itu sudah diangkat melalui operasi sore tadi, dan ada enam benda asing yang berhasil kita angkat. Jadi saat ini kapolres belum bisa pulang, beliau rawat inap, paling cepat dua hari baru bisa pulang, karena luka itu diameternya sekitar satu inci,” jelas Luky ketika dikonfirmasi Okezone Kamis malam.

Selain Kapolres yang menjalani operasi akibat terkena tembak peluru karet saat terjadi kericuhan di depan PN Timika, dua korban lainnya yang merupakan anggota SPSI PT Freeport juga menjalani operasi pengangkatan benda asing akibat terkena tembakan peluru karet. Sementara dua orang korban lainnya telah diperbolehkan untuk pulang.

“Mereka juga dioperasi, tapi tadi itu mereka menunggu setelah kapolres di operasi baru giliran mereka juga di operasi,” ujar Luky.

Sebenarnya, ungkap Luky, kapolres enggan melakukan operasi atas luka yang dideritanya, sebab masih memikirkan banyak tugas masalah yang harus diselesaikan terkait dengan kondisi di Kota Timika saat ini. Namun setelah di edukasi oleh tim dokter terkait benda asing yang masih bersarang didalam dagingnya, kapolres akhirnya menyetujui untuk tim dokter melakukan tindakan medis tersebut.

“Sebelumnya kapolres bertanya apakah tidak masalah kalau tidak di operasi, kami jelaskan tidak menjamin ada dan tidaknya dampak dalam jangka panjang dari benda asing yang bersarang itu. Karena kalau benda itu tidak menyatu dengan daging kan bisa mengakibatkan infeksi, akhirya beliau mau,” jelas Luky.

Diketahui, bahwa lima orang termasuk kapolres menjadi korban terkena tembakan peluru karet aparat saat kericuhan terjadi usai proses persidangan ketua SPSI Freeport, Sudiro, di PN Timika. Massa pendukung Sudiro yang rata-rata merupakan anggota SPSI berupaya menghalau kendaraan tahanan yang ditumpangi Sudiro saat akan dievakuasi ke ruang tahanan.

Massa menghalangi kendaraan tahanan sambil meneriakan pembebasan terhadap Sudiro. Saat itulah tiba-tiba lemparan batu dari arah kerumuan massa menuju aparat dan mengakibatkan situasi menjadi chaos.

Aparat mengeluarkan tembakan ke udara berulang kali, namun hujan batu berulang kali menerpa aparat. Akhirnya tembakan gas air mata dan peluru karet diarahkan ke massa dengan maksud menghentikan perlawanan massa sekaligus membubarkan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini