Image

Ramai Media Abal-Abal, Dewan Pers Beberkan Ciri-cirinya

Salsabila Qurrataa'yun, Jurnalis · Rabu 26 April 2017 15:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 26 337 1676834 ramai-media-abal-abal-dewan-pers-beberkan-ciri-cirinya-1mXuc2CIU8.jpg Dewan Pers (Foto: Ist)

JAKARTA - Komisioner Dewan Pers Ratna Komala menyebutkan, media yang belum terverifikasi lembaga pengawas diduga dapat memberikan berita bohong atau hoax. Sebab, ada sejumlah ciri dari media yang disinyalir abal-abal dan bahkan dapat menyebarkan berita bohong atau hoax.

"Media profesional adalah yang berbadan hukum. Kalau enggak, ya udah pasti abal-abal," katanya dalam diskusi di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Ia pun menceritakan ketika Dewan Pers mencari informasi terkait media yang belum terverifikasi, yakni tidak ditemukannya alamat yang jelas. "Alamat redaksi juga harus jelas. Ada yang begitu di cek taunya alamat ruko atau restoran padang," sambungnya.

Selain itu, lanjut Ratna, alamat redaksi juga harus jelas. Jika tidak ada, maka pemberitaan yang dimuat pun perlu dipertanyakan kebenarannya.

"Mencantumkan nama penanggung jawab. Misalnya di credit title. Itu bentuk pertanggungjawaban produk jurnalistik dihasilkan. Kalau tidak ada itu bisa dipastikan hoax," terangnya.

Sedangkan ciri lain seperti media yang hanya terbit ketika ada moment tertentu. Sehingga beritanya pun tidak secara lengkap disampaikan karena memunculkan artikel secara random. Ratna menduga hal tersebut dilakukan untuk kebutuhan kelompok tertentu.

"Terbitnya temporer, kadang terbit kadang tidak. Misal ada kepentingan dengan pejabat tertentu. Ya bahkan memeras. Bahasanya standar, tendensius, menjelekkan, memfitnah. Di frame isinya," ujarnya.

Kemudian, media yang tidak memakai bahasa dengan baik dan benar adalah salah satu media abal-abal. Bukan hanya itu, nama medianya pun dibuat seolah mengada-ngada.

"Ada media yang namanya memakai nama KPK, BIN, ICW dan Tipikor," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini