BENGKULU - Polres Kota Bengkulu telah mendatangkan psikiater untuk memberi pendampingan ke keluarga korban salah tembak oleh oknum polisi berinisial BS (43). Pelaku sendiri diketahui merupakan ayah kandung dari korban BA (14).
Pendampingan itu, kata Kapolres Kota Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta, guna memulihkan kondisi guncangan pasca-insiden yang menimpa anak kandung mereka.
"Pendampingan kita lakukan kepada BS serta istrinya yang syok akibat peristiwa ini. Ini murni kecelakaan," kata Ardian, Jumat (28/4/2017).
Ia menyampaikan, hingga kini kejiwaan keluarga korban masih terguncang. Sehingga, membutuhkan pemulihan seutuhnya.
"Kita ingin memulihkan kondisi syok keluarga akibat peristiwa ini," tutur Ardian.
Sebagaimana diketahui, sebelum kejadian salah tembak, BS mendengar suara pintu kamar berbunyi. Mengetahui hal tersebut, BS langsung mengambil senjata api jenis laras pendek.
BS lalu mengecek suara itu dan langsung menembakkan senpinya ke arah korban. Tembakan mengenai bahu kanan sasarannya. Lalu saat dilihat ternyata target adalah anak kandungnya sendiri BA.
Kemudian BS dan keluarga langsung membawa BA ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Namun, korban sudah meninggal dunia.
Saat itu juga BS menyerahkan senpi kepada personel Subdit Renata Reskrim Polda Bengkulu.
BS diduga salah tembak, menyangka ada pelaku tindak kejahatan yang masuk ke rumahnya. Atas kejadian ini, BS memilih menenangkan diri.
Selain itu, ketika kejadian lampu rumah dalam keadaan padam. Sehingga suasana dalam keadaan gelap gulita dan tidak dapat melihat wajah korban.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.