DENGAN selembar karton dan sebutir dadu, permainan ular tangga bergulir. Permainan yang bisa dilakukan dengan dua pemain atau lebih ini, saling memacu keberuntungan angka yang keluar dari dadu untuk menghindar dari kotak-kotak bergambar ular demi bisa finis duluan.
Permainan ini populer di Indonesia di era 1990 ke belakang. Tapi tahukah Anda bahwa permainan ini ternyata asalnya dari India dan penuh nilai filosofi kebajikan di dalamnya?
Dari rangkuman beragam sumber, diketahui permainan ini awalnya muncul di India dengan nama Moksha Patam. Permainan yang berkembang dan berangsur-angsur menyebar ke seluruh dunia dan lebih dikenal dengan istilah bahasa Inggris, Snakes and Ladders.
Ya kalau di negara kita namanya permainan ular tangga. Meski disebutkan berasal dari India, tapi sejumlah penulis dan peneliti dunia belum bisa memastikan, kapan pertama kali permainan ini muncul atau dimainkan.
Hanya disebutkan bahwa permainan ini berkaitan dengan Filosofi Jain dalam keyakinan Hindu dan melingkupi karma, kama atau takdir dan nafsu. Makanya, permainan ini dulunya di India dimainkan anak-anak sekaligus untuk mengajarkan beragam nilai kebajikan dalam berkehidupan.
Nilai-nilai filosofis yang juga berkaitan erat dan moralitas tersebut, dilambangkan dengan papan permainan yang terdapat 100 kotak dan masing-masing kotaknya punya makna tersendiri. Sebut saja keyakinan, keandalan, kedermawanan, pengetahuan dan pertapaan.