Image

Pilkada DKI 2017, Bawaslu Tangani 308 Dugaan Pelanggaran

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu, 3 Mei 2017 - 17:19 WIB
Bawaslu Merilis Jumlah Dugaan Pelanggaran di Pilkada DKI 2017 (Foto: Putera/Okezone) Bawaslu Merilis Jumlah Dugaan Pelanggaran di Pilkada DKI 2017 (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI merilis hasil penanganan pelanggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta selama putaran pertama dan kedua. Setidaknya, teradapat 308 laporan dan temuan terkait dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017.

Komisioner Bawaslu DKI Muhammad Jufri memaparkan, pada putaran pertama Pilkada DKI, ada sebanyak 200 laporan dan temuan pelanggaran baik di tingkat Kabupaten dan Kota.

"Putaran pertama terbagi 93 laporan dan 107 temuan. Ada 78 yang bukan merupakan pelanggaran setelah dilakukan pengkajian. 112 merupakan pelanggaran administrasi dan dua pelanggaran tindak pidana pemilihan yang sudah dilimpahkan ke kepolisian," papar Jufri di Kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (3/5/2017).

Kemudian, untuk Pilkada Jakarta putaran kedua, ada sebanyak 108 temuan dan pelanggaran yang ditangani. Termasuk pelanggaran tindak pidana yang kasusnya sudah dilimpahkan ke pihak kepolisian.

"Putaran kedua rinciannya 59 laporan dan 49 temuan. Dari situ, ada 69 kasus yang bukan pelanggaran, 25 pelanggaran administrasi dan lima pelanggaran tindak pidana pemilihan. Kemudian satu pelanggaran kode etik dan 8 pelanggaran lain terkait aparatur negara," beber Jufri.

Dari 308 temuan dan laporan tersebut terbagi dari 153 temuan dan 155 laporan. Dan itu semua berasal dari kinerja tim pemantau pemilu, masyarakat, dan tim kampanye.

"147 bukan merupakan pelanggaran dan 137 masuk dalam pelanggaran administrasi yang diteruskan ke KPU. Tujuh pelanggaran tindak pidana pemilihan. Ada tiga pelanggaran kode etik dan 14 pelanggaran lainnya terkait masalah netralitas PNS, media, dan lainnya," tutup Jufri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming