Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Renungan Tri Suci Waisak dan Pesan Kebaikan dari Candi Borobudur

Antara , Jurnalis-Kamis, 11 Mei 2017 |11:17 WIB
Renungan Tri Suci Waisak dan Pesan Kebaikan dari Candi Borobudur
Biksu menggelar ritual Kagyu Monlam di Candi Borobudur Jawa Tengah (Antara)
A
A
A

Ia mengajak umat Buddha pada Waisak tahun ini untuk menambah level objek umat Buddha dengan menjaga perbuatan menjadi baik sesuai dengan ajaran Guru Agung Sang Buddha Gautama. Dunia ini tidak ada yang baru selain pergerakan dan perubahan.

"Semua berubah, semua bergerak, tetapi perubahan pergerakan harus diambil. Ambil krisis menjadi kesempatan, jangan takut apabila hidup ini mengalami krisis atau susah. Dalam kesusahan itu adalah kesempatan yang terbuka untuk anda sekalian," katanya.

Ia mengatakan rela bersusah payah di masa awal adalah lebih baik dari pada jatuh miskin di belakang hari. Jangan berdoa saja, Sang Buddha mengajarkan praktik, jangan menunggu nasib baik, jangan terlambat bangun, jangan malu mencari nafkah.

"Jangan menghina bahwa untungnya sedikit, jangan menunggu nasib baik. Kalau menunggu nasib baik saja tidak mau kerja bukan Buddha. Umat Buddha bangun pagi mencari nafkah, jangan putus semangat, apabila anda sekalian hidup dalam keputusasaan itu adalah penggalian liang memandang diri sendiri," katanya.

Perayaan Waisak 2561 BE/2017 di Candi Borobudur ditutup dengan ritual pradaksina oleh para biksu dan umat dengan mengelilingi candi tiga kali searah jarum jam.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement