"Status konservasi beragam anggrek yang ada di Kebun Raya Bogor sebagian besar merupakan jenis yang langka atau terancam kepunahan dalam kategori IUCN Red Data Book," jelasnya.
Berbagai jenis anggrek tersebut ditemukan dari hutan-hutan di Indonesia yang terancam keberadaannya. Untuk itu, usaha konservasi ditandai dengan dokumentasi anggrek melalui prangko.
"Peringatan dua abad Kebun Raya Bogor kali ini, kami juga menggandeng PT Pos Indonesia dan pihak terkait untuk meluncurkan seri prangko kekayaan anggrek Indonesia," paparnya.
Adapun salah satu prangko anggrek yang akan diluncurkan pada saat peringatan ulang tahun ke-200 tahun Kebun Raya Bogor nanti adalah jenis Coelogyne Marthae.
"Ini hasil eksplorasi dari Kalimantan Tengah oleh peneliti Kebun Raya Bogor. Ada lima spesimen Coelogyne Marthae di rumah kaca anggrek dan 30 dalam botol semai," tutupnya.
(Mufrod)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.