Kemudian Taruna Tingkat III melakukan upaya untuk menyadarkan korban dengan cara membasahi mukanya dengan air. Dalam proses pemulihan tersebut korban dipindahkan dari TKP gudang ke kamar A 1.3 (kamar sebelah gudang) Taruna Tingkat III.
Kemudian pada Kamis dini hari pukul 02.20 WIB, AKP Agung Basyuni mendapat laporan dari Brigtutar Kristian Sermoses bahwa terdapat Taruna Tingkat II pingsan setelah menghadap dan diberikan tindakan oleh Taruna Tingkat III. Laporan tersebut diteruskan kepada AKP Citra Fatwa selaku Pawas Den Tingkat III.
AKP Citra lantas melakukan pengecekan, yang ternyata kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Pada pukul 02.25 WIB korban dibawa ke RS Akpol, namun kondisinya sudah agak kaku. Oleh dokter jaga, korban dinyatakan meninggal pada 02.45 WIB.
Dari pemeriksaan dokter, terdapat tanda-tanda kekerasan pada dada luka lebam di tempat yaitu dada tengah atas ukuran 8x3 sentimeter persegi, dada kiri ukuran 2x1 sentimeter persegi, dan dada kanan ukuran 2x1 sentimeter persegi.
Selain itu, dokter tidak menemukan luka-luka lain namun terdapat tanda mati lemas dilihat dari jaringan di bawah kuku tangan dan kaki berwarna kebiruan, bibir, dan selaput lendir mulut kebiruan. Terdapat pula bintik pendarahan di kelopak mata kiri serta keluar sperma pada kemaluan. Dugaan sementara kematian korban disebabkan kekurangan oksigen (asfiksia). Kemudian pada pukul 07.00 WIB jenazah tiba di RS Bhayangkara Semarang untuk proses autopsi sambil menunggu pihak keluarga korban.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.