Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5.000 Pengungsi Diselamatkan dari Lepas Pantai dalam 48 Jam

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 21 Mei 2017 |17:01 WIB
5.000 Pengungsi Diselamatkan dari Lepas Pantai dalam 48 Jam
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

BENGHAZI - Sekira 5.000 pengungsi yang menuju ke Italia berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai Italia dan Libya dari laut di lepas pantai Libya dalam jangka 48 jam pekan ini. Jumlah pengungsi dari Afrika dan Timur Tengah yang sampai di Italia tahun ini telah mencapai 46 ribu, meningkat 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan keterangan dari pasukan penjaga pantai kedua negara yang dilansir New Arab, Minggu (21/5/2017), sebanyak 2.900 pengungsi diselamatkan pada Kamis, 18 Mei dari perairan internasional dan dibawa ke Italia. Sementara 580 lainnya yang ditemukan di perairan Libya telah dikembalikan ke negara Afrika itu.

Dari Jumat sampai Sabtu, 19 dan 20 Mei, pasukan penjaga pantai menyelamatkan 2.100 pengungsi lainnya dari 17 perahu yang penuh sesak. Penjaga pantai Italia juga menemukan satu mayat pengungsi yang tewas tenggelam.  

Berdasarkan data dari berbagai organisasi internasional, antara 800 ribu sampai satu juta pengungsi yang kebanyakan berasal dari sub-Sahara Afrika saat ini berada di Libya. Mereka berharap dapat menyeberang, bertaruh nyawa melalui Laut Mediterania dengan harapan bisa menyeberang ke Eropa.

Di antara mereka, sekira 7 ribu sampai 8 ribu pengungsi ditahan di Libya karena memasuki negara tersebut secara ilegal. Sejak revolusi 2011, Libya telah menjadi negara yang digunakan para penyelundup untuk mengirimkan para pengungsi yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement