Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Suluak, Tradisi Tarekat Naqsabandiyah Berdzikir Siang Malam di Masjid Ketika Ramadan

Rus Akbar , Jurnalis-Kamis, 25 Mei 2017 |11:32 WIB
<i>Suluak</i>, Tradisi Tarekat Naqsabandiyah Berdzikir Siang Malam di Masjid Ketika Ramadan
Tradisi suluak di Surau Baru, Kota Padang (dok: Rus Akbar/Okezone)
A
A
A

PADANG - Salah satu yang khas dari Tarekat Naqsabandiyah Padang, Sumatera Barat ketika menjelang dan saat Ramadan adalah ritual berdzikir siang dan malam dalam sebuah kelambu berukuran 2x0,5 meter di masjid. Ritual ini disebut suluak.

“Ritual ini dimulai 10 hari menjelang puasa. Lamanya bervariasi ada yang 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari, tergantung kemampuan masing-masing yang menjalankan suluak,” ujar Sekretaris Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Pauh Kota Padang, Edizon Revindo.

Ada 12 orang yang sudah datang ke Masjid Baitul Makmur untuk melaksanakan suluak. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kota Padang. “Biasanya mereka membawa bekal makanan selama mengadakan suluak ini, termasuk pakaian mereka siapkan. Untuk makan mereka masak sendiri di dapur masjid dengan kompor,” ujarnya.

Pengurus Masjid Baitul Makmur menyiapkan lantai dua masjid sebagai tempat melangsungkan suluak. Para peritual turun dari lantai dua hanya untuk kegiatan tertentu, seperti salat, memasak, makan serta mandi. Kemudian mereka naik lagi ke lantai untuk melanjutkan dzikir.

“Rata-rata yang melaksanakan ritual ini perempuan berusia 50 tahun ke atas, ada juga laki-laki tapi lebih banyak kaum perempuan,” terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement