Menurut guru Tarekat Naqsabandiyah Mursyid Syafri Malin Mudo atau Buya Piri, suluak merupakan wujud mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjauhi segala hal yang duniawi. Caranya dengan salat serta berdzikir siang dan malam.
“Tiga ajaran intinya adalah Islam, Iman, dan Ikhsan, ibarat three in one. Islam adalah landasan agama, Imam merupakan rukun dalam agama Islam, dan Ikshan artinya seolah-olah melihat Tuhan dan mendekatkan diri pada-NYA," terangnya.
Sebenarnya ritual berdzikir itu bisa dilakukan pada bulan-bulan biasa, seperti bulan Rajab, Sya'ban dan Dzulhijjah. Namun banyak yang memilih Ramadan, alasannya di bulan suci ini pahala beribadah lebih besar dibanding bulan-bulan lain.
"Selama melakukan ritual ini dilarang melakukan aktivitas duniawi, termasuk keluar dari lokasi berdzikir yang dilakukan hanya salat, makan dan kembali berdzikir," ujarnya.