nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOP FILES: Pertama Kali Ikut Olimpiade, Indonesia Hanya Kirim Tiga Atlet...Siapa Saja Mereka?

Randy Wirayudha, Jurnalis · Sabtu 27 Mei 2017 08:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 26 337 1700419 top-files-pertama-kali-ikut-olimpiade-indonesia-hanya-kirim-tiga-atlet-siapa-saja-mereka-XWZ2MuBsFt.jpg Pembukaan Olimpiade Helsinki 1952, olimpiade pertama yang diikuti Indonesia (Foto: Wikipedia)

AKIBAT pecahnya Perang Dunia II 1939-1945, gelaran olimpiade musim panas di Kota Helsinki, Finlandia sempat tertunda. Baru pada 1952, Olimpiade Helsinki yang sebelumnya dijadwalkan digelar pada 1944 itu bisa terlaksana.

Di sisi lain, pada olimpiade perdana sejak Perang Dunia II itu juga jadi awal tonggak sejarah olahraga Indonesia. Baru tujuh tahun lahir, Indonesia sudah berani untuk berbicara di gelanggang internasional, tak lama setelah diterima jadi anggota IOC atau Komite Olimpiade Internasional di awal tahun 1952.

Padahal di era itu, kondisi Indonesia lagi susah-susahnya, setelah baru lepas dari rongrongan Belanda dalam geliat konflik fisik dan diplomasi selama 4 tahun, terhitung 27 Desember 1949.

Bicara prestasi, memang negara kita baru mencatatkan raihan medali pertama pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan 1988. Adalah trio “srikandi” Nurfitriyana Saiman Lantang, Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani di cabang panahan beregu putri.

(Baca: TOP FILES: Respek! Kisah Tiga Srikandi Mendulang Olimpiade Pertama Indonesia)

Itupun negeri kita harus puas dan bangga dengan medali perak. Nah, medali emas pertama baru hadir pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.

Hebatnya tidak hanya satu, tapi sepasang dari dua atlet tunggal putra dan putri, Susi Susanti dan Alan Budikusuma yang kini, sudah terikat tali pernikahan. Pun begitu Jas Merah: Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

Mengungkit keikutsertaan Indonesia kali pertama di ajang pesta olahraga terbesar di planet ini, negara kita sudah berpartisipasi sejak Olimpiade Helsinki 1952. Memang harus diakui, para atlet kita pulang dengan tangan hampa minus medali.

Akan tetapi bukan berarti peran dan kisah mereka mesti tenggelam dalam sejarah. Mengulik keikutsertaan pertama kali Indonesia di olimpiade, negara kita hanya mengirim tiga atletnya.

Ya, cuma tiga atlet putra dari 4.925 atlet (dari 69) negara di olimpiade itu yang turun di tiga cabang olahraga berbeda. Siapa saja mereka?

Menilik catatan IOC, tiga atlet Indonesia yang turun di Olimpiade Helsinki 19 Juli-3 Agustus 1952 itu adalah Eric Thio Ging Hwie (Wibowo Susetio, 28), Maram Sudarmodjo (24) dan Habib Suharko (23). Ketiganya tak lain juga jebolan Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Solo pada 1948 serta Asian Games I New Delhi, India 1951.

Thio Ging Hwie juga tercatat sebagai atlet keturunan Tionghoa pertama Indonesia di ajang dunia. Dia turun di cabang angkat besi kelas ringan putra 60-67,5 kg.

Hasil terbaiknya hanya mampu berada di urutan kedelapan. Dari angkatan snatch, clean & jerk serta military press, Thio Ging Hwie mengumpulkan total angkatan 327,5.

Kalau Sudarmodjo, pemuda eks Tentara Pelajar (TP) yang kemudian masuk TNI Angkatan Udara (AU) itu turun di cabang atletik nomor loncat tinggi. Meski gagal meraih medali, setidaknya Sudarmodjo jadi kejutan tersendiri dengan masuk fase final.

Sudarmodjo hanya berada di peringkat 20 dari 24 finalis dengan loncatan tertinggi 180 cm. Medali emasnya melayang ke tangan Walt Davis, atlet Amerika Serikat yang sekaligus memecahkan rekor olimpiade.

Nasib serupa pulang tanpa medali juga dialami Habib Suharko. Tampil di cabang renang nomor gaya dada 200 meter putra, Suharko harus puas tersisih di babak penyisihan pada peringkat delapan dengan catatan waktu 2 menit 51,3 detik.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini