Juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan, Mujib Mehrdad, membenarkan adanya usulan memorandum tersebut. Akan tetapi, dia membantah adanya rekomendasi yang berhubungan dengan Dostum.
“Kami berharap Presiden Afghanistan Ashraf Gani tidak akan mengindahkan usulan yang melanggar hukum. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun yang layak untuk diganjar dengan penutupan sekolah,” ungkap Wakil Ketua ATCE, Ahmad Fawad Haydari.
Sekolah-sekolah yang terdaftar dalam program ATCE termasuk unggulan di negaranya. Sekira 98% pelajarnya lolos ujian masuk perguruan tinggi. Sementara 30% dari 8.000 pelajarnya adalah perempuan. Menurut info yang beredar, sekolah-sekolah Gulen itu akan diserahkan ke Maaref, sebuah yayasan yang dikelola pemerintah Turki.
Gulen adalah gerakan yang dipelopori ulama karismatik Turki Fethullah Gulen. Yang bersangkutan kini berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat. Namanya mencuat kembali ketika Presiden Erdogan menuding Gulen sebagai otak di balik kudeta militer di Ankara dan Istanbul setahun lalu. Turki pun meminta Washington mengekstradisi Gulen untuk diadili di negaranya. Usulan itu hingga kini tidak dikabulkan oleh AS.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.