PONTIANAK - Komando Daerah Militer (Kodam) XII Tanjungpura bakal memperkuat peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) guna mencegah masuknya anggota gerakan militan negara Islam (ISIS) dari Filipina, masuk ke Tanah Air, khususnya Kalimantan Barat (Kalbar).
Kapendam XII Tanjungpura, Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti di Pontianak, Jumat (2/6/2017) mengatakan, peran Babinsa memang melakukan pembinaan di wilayah tanggungjawab tugas, dan mereka harus dapat mendeteksi, mencegah secara dini untuk hal-hal yang sifatnya berpotensi mengganggu keamanan.
"Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan termasuk menemukan adanya keberadaan anggota ISIS, maka secepatnya melaporkan dan ditindaklanjuti," ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk Kodam XII Tanjungpura secara komando di bawah panglima TNI dalam menggerakkan pasukan dan persenjataannya sesuai UU TNI, oleh karenanya yang dapat dilakukan, yaitu selalu menyiapkan personel, alat persenjataan, dan menunggu perintah panglima TNI dalam pengerahan pasukan.
"Untuk itu, kami selalu siap dengan berlatih rutin di tiap-tiap pasukan batalyon dan pendukungnya," katanya.
Sementara itu, Kodim atau Koramil juga selalu aktif mendeteksi kemungkinan adanya warga asing di luar warga binaannya yang kemungkinan dicurigai terkait jaringan ISIS.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto 29 Mei 2017 lalu mengaku telah memperkuat patroli di wilayah laut dan darat Indonesia untuk mencegah anggota gerakan militan negara Islam dari Filipina, masuk ke Tanah Air.
Mantan Panglima TNI ini juga menyatakan dukungannya terhadap Pemerintah Filipina, yang mengambil tindakan keras terhadap kelompok bersenjata Maute, yang terafiliasi dengan ISIS.
"Kita dukung sepenuhnya pihak Filipina untuk segera melakukan satu serangan-serangan sistematis untuk memperkecil kemungkinan basis ISIS di Filipina Selatan itu," sebut Wiranto.
(Rizka Diputra)