[Baca Juga: Innalillahi. Nami DItemukan Tewas Telentang di Kamar Kos]
Melihat itu korban langsung mengejek tersangka. Tak terima diejek, tersangka mulai naik pitam. Hingga pada adegan ke 17, Heri mulai menghabisi nyawa korban. Dari adegan 17 sampai adegan 25, tersangka berusaha menghabisi nyawa korban.
Selanjutnya, pada adegan ke 27 korban diketahui oleh pemilik kosan Rubaini alias Ani korban sudah tewas di dalam kamar.
“Pas lagi tidur-tiduran burungku tak kunjung hidup. Dia (korban) langsung ngomel-ngomel menyampaikan ngapain ke sini burungmu saja tak hidup,” kata Heri menjelaskan kepada polisi.
Dia menuturkan, saat mencekik leher korban, Nami memberikan perlawanan dengan mencakar-cakar perutnya. Heri juga menyekap mulut korban dengan bantal guling agar tidak berteriak, korban terus meronta-ronta kesakitan sehingga bantal gulingnya lepas. Heri kemudian menyumpal mulut korban dengan seprei kasur sampai tewas. Setelah korban tak bernyawa lagi Heri langsung kabur dan mencuri HP korban.
“Tangan kanannya kuinjak supaya tak melawan, mulutnya saya tutup dengan bantal dan seprei. Dia (korban) sempat melawan dan macakar perutku,” sambung Heri.