Sejak itu, selama beberapa hari Ula menyusui Yaman. Sehari lima kali, dia menengok bayi tersebut. Sambil tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai suster.
Tindakan perawat Yahudi, Ula Ostrowski-Zak membuat paman dan bibi Yaman ikut terharu. Mereka kini menganggap Ula sebagai saudara perempuannya sendiri.
“Bibinya memeluk saya dan mengucapkan terima kasih. Mereka terkejut karena tak menyangka ada perempuan Yahudi yang mau merawat bayi orang Palestina,” kenang Ula.
Perawat itu tersenyum dan menjelaskan bahwa semua ibu yang sedang menyusui akan melakukan hal yang sama dengannya. Lagipula ini rumah sakit, sehingga tidak peduli apa pun latar belakang dan aliran politiknya, pasien tetap harus mendapat perawatan.
“Dalam hubungan antara ibu dan bayi yang disusui, tidak ada perbedaan antara manusia. Dan itu tidak masalah. Demikian juga posisiku dalam spektrum politik tidak berlaku di dalam rumah sakit ini," imbuhnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.