JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memutasi 424 perwira Polri melalui tiga surat telegram tertanggal 30 Agustus 2026. Dalam daftar tersebut tertera nama Ketua Umum PB PBSI Komjen Pol Mohammad Fadil Imran.
Fadil resmi purnatugas dari jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) berdasarkan Surat Telegram Nomor ST 1877/VIII/KEP./2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Kursi yang ditinggalkan jenderal bintang tiga lulusan Akademi Kepolisian 1991 itu selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Roycke Harry Langie.
"Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (12/9/2026).
Dalam riwayat kariernya, Fadil pernah menduduki berbagai jabatan strategis Polri. Resers kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu antara lain pernah menjabat Kapolda Jawa Timur, Kapolda Metro Jaya, Kabaharkam Polri hingga akhirnya Astamaops Kapolri.
Di luar jabatan Korps Bhayangkara, Fadil sampai saat ini masih tercatat sebagai ketua umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Dia menjabat untuk periode 2024-2028.
Selain Fadil, sembilan jenderal lain baik bintang dua maupun bintang satu juga turut pensiun berdasarkan mutasi terbaru ini, termasuk peraih lencana Adhi Makayasa 1990 Irjen Pol Hery Rudolf Nahak. Semuanya tertera dalam Surat Telegram Kapolri Nomor 1877.