KISAH cinta terlarang antara seorang pewaris takhta dan orang biasa tak hanya ada dalam roman picisan atau cerita rekaan semata. Pada akhir 1936, Kerajaan Inggris digemparkan dengan kabar bahwa Pangeran Edward Sang Duke of Windsor jatuh hati kepada seorang janda asal Amerika Serikat, Wallis Simpson.
Berdasarkan aturan kerajaan, adalah hal yang memalukan seorang bangsawan perjaka menikah dengan perempuan yang sudah pernah menjalin bahtera rumah tangga dan bercerai dengan suaminya. Alhasil, hubungan keduanya ditentang banyak pihak.
Hingga ayahnya, Raja George V meninggal, Duke of Windsor bersikeras menikahi hanya Simpson, perempuan yang dia cintai setulus hatinya. Pemuda yang dulunya berstatus pangeran, kini naik takhta menjadi Raja Edward VIII.
Namun begitu, gelar tersebut pada akhirnya dimentahkan Edward. Ketika ia diperhadapkan untuk memilih di antara takhta dan wanita, tanpa ragu dia meninggalkan kerajaan dan melamar janda Ernest Simpson tersebut.
Media Inggris Time menyebut keputusan sang duke mengejutkan semua orang. Sampai-sampai majalah ternama itu untuk pertama kalinya memberikan gelar Woman of The Year kepada perempuan yang menjadi penyebab sang raja menanggalkan mahkotanya.
Meski keputusan itu terbilang berani, Raja Edward VIII sejatinya mengambil risiko yang amat besar. Bagaimana pun dia seorang raja dan tak bisa berbuat seenaknya. Mereka harus berjuang agar pernikahan tersebut mendapat pengakuan dari Keluarga Kerajaan.
Di sisi lain, timbul pertanyaan apakah dengan peresmian hubungan tersebut, Wallis Simpson layak menyandang gelar Ducheess of Windsor? Selain itu, orang-orang juga penasaran apakah pasangan ini pada akhirnya akan diizinkan kembali ke Negeri Tiga Singa? Jika ya, maka apakah Pangeran Edward akan kembali mengabdi kepada monarki Inggris atau tidak?
Well, pernikahan ini pada akhirnya mendapatkan restu dari keluarga kerajaan Inggris. Kendati begitu, sejoli ini tidak mendapatkan pesta pernikahan ala bangsawan sebagaimana umumnya.
Pria yang seharusnya bergelar Raja Edward VIII tersebut menikah secara amat sederhana di Paris, Prancis pada 3 Juni 1937. Pernikahan tersebut diresmikan oleh Wali Kota Monts, Dokter Charles Mercier, yang saking gugupnya, lupa membawa buku panduan resmi untuk pemberkatan nikah itu.
Janji suci antara Edward dan Simpson hanya dihadiri oleh tujuh saksi dan berlangsung dalam waktu lima menit. Janda kelahiran Pennsylvania itu tampil cantik dengan balutan gaun minimalis biru muda dan topi berbentuk halo dengan warna senada. Dilengkapi dengan sepatu dan sarung tangan yang begitu sepadan. Sementara lehernya berhiaskan kalung berlian yang luar biasa memukau.
Ketika tiba di depan altar, mata keduanya bertemu. Menatap dalam penuh cinta. Ketika Pendeta Jardine bertanya, "Apakah Anda akan mencintai, menghibur, menghormati dan menjaganya?", Pangeran Edward menangis.
Sambil sesenggukan, bangsawan tersebut menjawab dengan suara melengking, "Ya, saya bersedia!" Lalu menyematkan cincin ke jari istrinya. Tangan Edward yang gemetar saat memasukkan cincin nikah ke jari manis Simpson bahkan bisa dilihat dari jauh.
Pascaprosesi, sampanye dan salad dikeluarkan. Beberapa saksi menyampaikan pidato dan doa mereka untuk kelanggengan ikatan sakral tersebut. Usai pesta yang sekali lagi sangat sederhana, Duke dan Duchess of Windsor naik ke limusin mereka. Keduanya berangkat untuk berbulan madu.
Awak media diimbau untuk tidak mewartakan lokasi bulan madu pasangan ini. Meski begitu, semua orang tetap saja tahu keberadaan mereka. Bahkan ada yang mengatakan kalau mereka melihat sang pangeran tidur memakai piyama merah terang. Dia minum teh sendirian sebelum naik ke peraduan. Bahkan ada yang menuturkan kalau pasangan pengantin baru tersebut mengawali harinya dengan menyantap daging babi asap dan telur.
Pasangan ini diketahui berbulan madu di Venesia, Italia. Layaknya warga sipil, pasangan ini menikmati Venesia dengan mengendarai sepeda motor, berjalan-jalan di taman Hotel Excelsior di Lido dan menyirami bunga di sana.
Para wartawan terus menguntit pasangan ini berbulan madu hingga ke Istana Wasserloenburg di Austria. Menurut penuturan mereka, bulan bersinar terang ketika Duke membawa Duchessnya melewati ambang pintu.
Bulan madu tersebut seperti tak pernah berakhir bagi kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka hidup senang dan terbilang mewah, sebelum Edward meninggal pada 1972. Pada akhir masa hidupnya, Simpson yang menjanda untuk kedua kalinya diperas oleh pengacaranya, Suzanne Blum. Banyak barang berharga dan surat cintanya dengan Erdward digadai oleh Blum. Singkat cerita, Wallis Simpson meninggal dunia dalam keadaan teraniaya dan kesepian di kamarnya di Paris pada 24 April 1986.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.